Rabu, 20 November 2013

My Dream

“Tuhan … aku mohon padamu. Besok adalah hari besar bagiku. 19 tahun aku genap bersama penyakit ini. Aku mohon besok aku bisa seperti dulu sehat dan bisa berdiri dengan kakiku sendiri. Kata mami besok mau di rayain ulang tahunku. Aku hanya ingin semua orang bisa melihat senyuman di hari akhirku bukan sebuah tangisan. Aku harap Rey datang meski dia tidak tau aku dan aku tidak mengundangnya. Meski pun ini salah aku bahagia bisa mengenalnya ia yang bisa membuatku merasakan cinta pandangan pertama dan ia adalah cinta pertama bagiku meski ia adalah seorang wanita. Aku bahagia Tuhan hidup di dunia ini dan aku harap aku akan bisa mengingatnya meski saat aku mati nanti. Amin”, ucap Kimi pada doanya sebelum ia tidur.

Kimi pun tidur. 

Selasa, 19 November 2013

See you Again

Pagi ini Kimi sudah bisa kembali ke rumahnya. Maria dan Kevin tidak pergi bekerja. Caca juga datang mengunjungi Kimi. Caca menemani Kimi bermain PS. Kimi suka bermain Tekken bersama Caca. Kimi merasakan kebahagian hari ini dengan adanya orangtuanya dan juga Caca yang menemaninya seharian. Kimi dan Caca bersama orangtua Kimi pergi ke mall. Kimi sudah menggunakan kursi roda dan Caca mendorong Kimi sambil berjalan-jalan di Mall.

“Caca … Kamu temenin Kimi ya. Om sama tante mau pergi dulu sebentar nanti kita ketemuan aja. Okay”, ucap Maria pada Caca 

“Sip tante. Ayo Kim kita jalan”, ucap Caca pada Kimi. Maria dan Kevin pun mengunjungi EO untuk pesta ulang tahun Kimi. Caca dan Kimi mampir di tempat makan mereka memesan donuts dan minuman dingin. Mereka memilih tempat dekat taman.

 “Gimana kuliah lu?”, ucap Kimi pada Caca

“Yah, gitu-gitu aja. Tapi gw udah selesai skripsi dan tinggal siding”, ucap Caca

“Wah .. gokil. Asik dong. Ye … makan-makan nih”, ucap Kimi 

“haahha … iya deh. Gw traktir lu sepuasnya”, ucap Caca. 

“Ca …”, ucap Kimi terputus karena tiba-tiba mulutnya sulit digerakan. 

“Kim? Lu kenapa?”, Tanya Caca pada Kimi yang melihat Kimi aneh. Kimi mengambil hpnya dan mengetikkan sesuatu lalu di berikan pada Caca.

“Mulut lu gk bisa gerak? Hmm … ya udah gk usah ngomong ya hehhe. Tapi bisa makan gk?”, ucap Caca. Kimi menggeleng.

“Kalau gitu gk jadi traktir dong. Hahaha …”, ucap Caca dan membuat raut wajah Kimi menjadi marah. 

“Gk becanda. Ya, udah jangan di paksain. Mendingan Kita jalan lagi ya”, ucap Caca dan Kimi menggangguk. Tiba-tiba saat Kimi dan Caca beranjak pergi Kimi melihat Rey dan ia sedang latihan dance bersama teman-temannya. Kim memegang tangan Caca. 

“Kenapa?”, Tanya Caca. Kimi menunjuk pada gerombolan anak yang sedang dance. Caca mengerti dan Caca mengantar Kimi mendekat untuk melihat mereka latihan dance. Rey melihat Kimi datang bersama temannya dan langsung menghampiri Kimi.

“Hei … Kimi … Apa kabar?”, ucap Rey. Kimi hanya tersenyum.

“Udah kenal?”,Tanya Caca. 

“Udah. Lu temannya Kimi?”, ucap Rey 

“Iya. Gw Caca”, ucap Caca memperkenalkan dirinya. 

“Rey”, balas Rey. Kimi mengeluarkan kain dan memberikannya pada Rey. 

“Ma…ka.sih”, ucap Kimi terbatah-batah berusaha untuk bisa berbicara pada Rey. 

“Lu tuh kan gw bilang jangan di paksa ngomong dulu Kim”, ucap Caca kesal pada Kimi. 

“hmm … Dia kenapa?”, Tanya Rey 

“Katanya susah ngomong”, ucap Caca. 

“Auu”, teriak Caca yang sakit di cubit Kimi. 

“Gk ko”, ucap Kimi

“Lu tuh. Udah sakit tetep aja tangannya sadis”, ucap Caca yang masih merasakan sakit di tangannya. 

“CA “, ucap Kimi dan membuat Caca terdiam.

“hahha … kalian mau kemana?”, Tanya Rey

“gk tau. Mau jalan-jalan aja si”, ucap Caca 

“Iya. Caca bilang lagi ada sale”, ucap Kimi langsung

“He? Kapan gw bilang”, ucap Caca tidak percaya dengan yang ia dengar.

“hahah … ada ko. Di lantai 3 itu lagi ada sale pakaian. Mau kesana?”, ucap Rey. 

“Serius?”, ucap Caca langsung yang mendengar kata “sale”. Rey pun langsung mengangguk. 

“Ya, udah ayo ke sana”, ucap Kimi. Caca pun juga setuju untuk ke sana. 

“Biar gw yang dorong”, ucap Rey pada Caca. Caca memberikan kursi roda Kimi pada Rey dan Kimi langsung tersenyum dengan sikap Rey.Sesampainya di toko yang menyediakan “sale” Caca langsung menyerbu barang-barang meninggalkan Kimi bersama Rey.

“Kayanya itu bagus deh”, ucap Kimi sambil menunjuk sebuah dress pesta. Rey langsung mendorong kursi roda Kimi menuju baju yang di tunjuknya. Kimi berusaha bangun dan memperlihatkan pada Rey kalau ia memakai baju tersebut.

“Bagus”, ucap Rey.

“tapi gk bisa di pake”, ucap Kimi langsung. Rey hanya diam. Caca, Kimi dan Reypun selesai melihat sale Rey pamit karena Caca dan Kimi akan bertemu dengan orangtua Kimi. Setelah Kimi dan Caca bertemu orangtua Kimi mereka langsung pulang. Caca pun juga berpamitan dengan orangtua Kimi.

My Night Mare

“Pak … tolong anterin aku ke kamar. Kaki aku sakit”, ucap Kimi yang tidak bisa menggunakan kakinya. 

“Ah … iya non”, ucap Pak Ron langsung. Pak Ron pun mengangkat Kimi menuju kamarnya. Sesampainya kimi di kamar Kimi langsung di rebahkan. Kimi langsung meminum obat yang ada di meja sebelah ranjangnya. 

“Owh, iya. Pak Ron. Ini buat bapak”, ucap Kimi sambil memberikan sebuah barang. 

“wah, makasih non”, ucap Pak Ron

“Iya”, balas Kimi 

“Kalau gitu .. bapak ke bawah dulu ya. Non istirahat ya”, ucap Pak Ron. Kimi pun menggangguk. Pak Ron pun pergi meninggalkan Kimi di kamarnya.

“Rey”, ucap Kimi sambil tersenyum. Ia pun tidur. Jam telah berganti dan bulan pun sudah muncul bersamaan dengan gelapnya malam serta taburan bintang. Kimi yang sudah bangun dari tidurnya langsung mengambil kain dari Rey dan terus mengingat Rey. 

“Kimi?”, ucap Maria ibu Kimi yang masuk ke kamar. 

“Udah bangun? Kata Pak Ron tadi kaki kamu sakit?”, ucap Maria sambil mengelus rambut anaknya.

 “Iya. Sekarang gk bisa di gerakin mi”, ucap Kimi pada ibunya.

“Kita ke dokter ya. Bentar lagi papi pulang”, ucap Maria yang khawatir dengan keadaan anaknya. 

“Terserah. Mau sejuta kali Kimi menolak dokter juga kalian tetap bakal bawa Kimi dan mau sejuta kali dokter digunakan Kimi juga bakalan pergi”, ucap Kimi dengan nada tinggi.

“Kamu jangan ngomong gitu dong sayang. Setidaknya dokter bisa mengurangi rasa sakit kamu dan membuat kamu tetap hidup di samping mami dan papi”, ucap Maria.

“Aku tau mi. Tapi mami taukan. Sakit ini gk bakal bisa hilang. Kimi juga udah bisa terima keadaan Kimi yang seperti ini mi”, ucap Kimi

“Mami tau … Mami tau sayang kamu kuat. Tapi mami mohon sama kamu. Jangan menolak dokter buat mami dan papi kamu. Yang kita mau kamu tetap hidup di samping kami sayang”, ucap Maria sambil meneteskan air mata.. 

“hmm … iy. Kimi bakal nurut kalian tapi Kimi gk mau selalu di rumah. Kimi mau menikmati apa yang Kimi gk bisa lakuin. Menikmati masa-masa Kimi yang masih ada meski sedikit”, ucap Kimi.

“Dengan 1 syarat kamu harus terus minum obat kamu”, ucap Maria

“Iya”, ucap Kimi 

“Mami sayang kamu “, ucap Maria sambil memeluk Kimi dan mencium kening Kimi.

“hmm … ueeekkk”, Kimi mual

“Kimi?”, ucap Maria.

“Uuueeekkk …. Ooohhhoookkk hhhhooookkk” “Kimi? Kimi kamu …”, ucap Maria yang panik melihat anaknya muntah dan batuk serta mengeluarkan darah.

“Mami … hhhhooookkkk ooohhhkoooookk … Mami … Kimi ….”, ucap Kimi sambil menangis. Kimi takut dan tidak kuat melihat dirinya sendiri. Tangan, mulut, dan ranjangnya penuh dengan darah. Maria langsung memanggil Pak Ron dan mereka pergi ke rumah sakit. Maria menutup mulut Kimi dengan kain. Kimi terus batuk dan muntah, ia juga tidak berhenti mengeluarkan darah. Mereka pun sampai di rumah sakit Kimi langsung masuk UGD dan di periksa oleh dokternya. Maria menunggu Kimi di luar sambil menunggu suaminya datang. 

“Ma? Kimi gimana?”, ucap Kevin suami Maria. 

“Pa … Kimi … Tadi dia muntah terus batuk – batuk dan berdarah”, ucap Maria sambil menangis di pelukan suaminya. Baju Maria masih membekas darah Kimi.

“Tenang … Kimi pasti baik-baik aja. Kamu gk boleh nangis di depan dia biar dia bisa kuat juga. 
Ya”, ucap Kevin yang ia juga ingin menangis. Maria menghapus air matanya. Dokterpun keluar dan mendatangi Kevin serta Maria.

“Gimana?”, ucap Kevin langsung pada dokter Jimmy. 

“Anak kamu semakin parah. Kankernya sudah memasukki stadium akhir. Umur Kimi … hanya beberapa hari lagi. Tapi Tuhanlah yang lebih tau. Sekarang kita sama-sama berdoa saja buat Kimi. Hmm … Kimi sudah istirahat. Jadi jangan terlalu membuatnya cape”, ucap Jimmy

“Iya iya. Makasih ya”, ucap Kevin 

“Iya. Aku balik dulu, Vin .. Mar”, ucap Jimmy pamit. 

“Iya.” Balas Kevin. Kevin dan Maria pun memasukki kamar Kimi dan mereka melihat Kimi sedang tertidur. 

“2 hari lagi Kimi ulang tahun pa”, ucap Maria. 
“Iya. Aku tau. Lalu bagaimana? Apa kita jadi untuk merayakannya?”, ucap Kevin 
“Aku mau merayakannya dan aku yakin Kimi juga mau. Selama ini Kimi tidak pernah minta dan aku berfikir itu moment penting baginya”, ucap Maria. 

“Iya. Kau benar. Kalau gitu sekarang kita biarkan Kimi tidur dan besok kita mempersiapkan pesta ulang tahun baginya. Kita akan memberikan kejutan untuknya nanti dan akan selalu ia kenang”, ucap Kevin dan Maria menggangguk. Kevin dan Maria pun pulang dan membiarkan Kimi tidur di rumah sakit.

My Happy Days With You

“Akhirnya bisa keluar juga”, ucap Kimi. Kimipun berjalan-jalan dan melihat-lihat setiap toko.

“Aduh”, ucap Kimi yang menabrak orang.

“Sorry”, ucap Orang tersebut.

“Lain kali ha…ti-…ha…ti….”, ucap Kimi yang terputus-putus karena ia melihat orang yang ia cari. “Dia”, pikir Kimi. 

“Sorry … gk sengaja. Lu gk apa-apakan?”, ucap Orang itu.

“Ha? Gk ko”, ucap Kimi yang tidak berhenti menatap orang tersebut.

“eh, lu yang kemaren kan?”, ucap orang itu 

“Iya. Owh, iya. Kimi”, ucap Kimi

“hmm … Rey”, ucap orang tersebut sambil membalas jabatan tangan Kimi. 

“sendirian?”, Tanya Kimi langsung.

“hmm … gitu lah. Tadi sih mau latihan dance tapi gk jadi. Lu?”, ucap Rey 

“liat aja berdua kan?”, ucap Kimi 

“Berdua? Mana satu lagi?”, Tanya Rey binggung.

“Bayangan”, ucap Kimi 

“Hahahha …. Ada-ada aja lu. Mau di temenin gk?”, Tanya Rey

“Wah, mau niat jahat ya”, ucap Kimi 

“He? Jahat? Masih jaman?”, ucap Rey

“Yah, jamanlah. Malah modus banget kaya gitu”, ucap Kimi “Hahhaha … gk lah. Kalau gw niat jahat udah dari kemarenkan”, ucap Rey

“Iya sih. Hmm … ya udah. Tapi masa lu mau nemenin gw belanja”, ucap Kimi

“Hmm … asal gw gk di lupakan dan di gantikan dengan baju sih gpp”, ucap Rey

“Hahhah … gk lah”, balas Kimi 

“hmm … ya udah. Jadi lu mau kemana?”, Tanya Rey

“Hmm … belum tau paling liat-liat yang bagus aja sih. Udah lama juga gk keluar rumah”,ucap Kimi 

“Gk keluar? Kaya cinderlela aja. Ya udah kita ke sana aja gimana?”, ucap Rey 

“boleh”, ucap Kimi. Akhirnya Rey dan Kimi pun berjalan bersama melihat-lihat mall. 

“owh, iya. Lu gk kuliah?”, Tanya Kimi 

“hmm … gw? Gk. Gw sih udah lulus”, ucap Rey

“Owh, gw kira masih kuliah ehheh”, ucap Kimi

“kenapa? Masih muda ya gw? Wkkwkw”, ucap Rey

“hu .. pd banget lu”, ucap Kimi 

“eh, ada tempat maen. Mau maen dulu gk?”, ucpa Rey.

“hmm … maen ya. Dulu sih gw suka tapi udah gk boleh”, ucap Kimi dengan raut sedih. 

“Gk boleh? Kenapa gk boleh?”, Tanya Rey 

“soalnya … soalnya gw sakit”, ucap Kimi 

“hmm … tapi ayo deh kalau lu mau maen. Gw temenin aja tapi ya”, ucap Kimi sambil tersenyum menghapus kesedihan di wajahnya. Tiba-tiba Rey memegang tangan Kimi. Kimipun langsung melihat kearah Rey.

“Kalau lu mau maen biar gw bantu. Ayo”, ucap Rey yang membuat Kimi tersenyum. Kimi dan Rey pun bermain bersama. Mereka bermain bola basket, balap mobil, dan tembak-tembakan. Rey mengajak Kimi bermain pump tapi Kimi menolak. Sampai akhirnya Kimi berhasil di bujuk dan bermain bersama Rey. 

“Gimana? Udah puas maennya?”, ucap Rey yang sudah bekeringat karena bermain pump. 

“PUUUAAaaasss banget. Thanks ya”, ucap Kimi pada Rey. 

“iya. Eh, … lu mimisan tuh”, ucap Rey. “Mimisan?”, ucap Kimi sambil memegang hidungnya yang mengeluarkan darah. 

“Jangan di pegang. Sini”, ucap Rey yang langsung menutup hidup Kimi dengan kain kecil yang ia bawa. Kimi tidak berhentinya menatap Rey. 

“Makasih”, ucap Kimi

“Iya. Lu selalu mimisan ya?”, ucap Rey 

“hm? Hahah iya. Gw udah biasa ko. Kalau orang sakit kanker otak sama darah udah biasa”, ucap Kimi sambil tersenyum. Kimi sudah terbiasa dengan sakitnya dan ia tidak mau menyerah pada sakitnya. 

“Kanker otak?”, ucap Rey pelan tidak percaya apa yang ia dengar. 

“Udah yuk. Gw laper. Ayo makan”, ucap Kimi sambil menarik tangan Rey dengan tangan kanannya. Rey pun mengikuti Kimi. Mereka pun makan bersama dan kali ini Rey yang berbalik memperhatikan Kimi. Tiba-tiba tangan Rey menyentuh bibir Kimi dan membuat Kimi seakan melayang. 

“Ada nasi tuh. Dasar anak kecil”, ucap Rey sambil tersenyum dan membuat Kimi malu.

“hehehe … lu gk makan”, ucap Kimi 

“Gk. Udah mau jam 2”, ucap Rey 

“He? Cepet banget. Jam 3 gw udah harus pulang”, ucap Kimi

“ya, udah makan dulu abis itu kita lanjut lagi”, ucap Rey. 

“Ini udah abis”, ucap Kimi 

“Jadi mau kemana?”, ucap Rey sambil berdiri dan Kimi pun mengikutinya. Tiba-tiba Kimi kembali duduk dan membuat Rey kaget. 

“Kimi? Lu kenapa?”, Tanya Rey 

“Ha? Gk ko. Cuma pusing. Sekarang gw harus minum obat. Tapi obatnya di mobil”, ucap Kimi 

“Terus gimana? Hmm … ya udah kita ke mobil lu ya sekarang”, ucap Rey

“ha? Gk. Nanti aku di suruh pulang. Udah aku gpp ko. Ayo kita jalan lagi”, ucap Kimi memaksa berdiri dan berjalan.

“Kimi … tuh kan. Lu harus minum obat. Okay”, ucap Rey yang melihat Kimi tidak kuat berjalan. 

“Gk! Jangan maksa gw. Lu bukan siapa-siapa gw”, ucap Kimi sambil menangis. Rey menjadi binggung dengan perasaannya sendiri. 

“Iya. Emang gw bukan siapa-siapa dan baru 2 kali ketemu lu. Tapi lu sakit lu harus minum obat biar lu sehat. Kasian orangtua lu”, ucap Rey memberikan pengertian pada Kimi dengan lembut

“Tapi … gw cape … gw cape harus minum obat terus. Gw hanya mau jalan dan melihat dunia luar rumah gw aja saat ini”, ucap Kimi 

“tapi …”, ucap Rey 

“Gw mohon sama lu. Kalau lu peduli sama gw meski kita baru ketemu 2 kali. Lu jangan suruh gw minum obat dan lupain kalau gw sakit”, ucap Kimi pada Rey sambil menatap mata Rey. Rey pun luluh dengan sikap Kimi 

“Okay. Sekarang lu bisa jalan gk?”, ucap Rey dan Kimipun menggeleng. Rey pun langsung berjongkok di bawah Kimi. 

“Ayo naik”, ucap Rey yang ingin menggendong Kimi.

“He? Rey”, ucap Kimi yang merasa kebaikan Rey dan membuat hatinya bergejolak. Kimipun di gendong oleh Rey sambil berjalan mengelilingin mall. Kimi dan Rey membeli beberapa barang dan pukul 3 pun tiba. Rey mengantar Kimi ke lobby dan menemaninya menunggu supir Kimi. 

“makasih ya”, ucap Kimi pada Rey sambil tersenyum.

“Iya. Lain kali bawa obat ya”, ucap Rey. “heheh … iya”, ucap Kimi. Kimipun masuk kedalam mobil.

“Dah”, ucap Rey pada Kimi sambil melambai.

“Rey !!”, teriak Kimi dan Rey pun menengok lalu Kimi melemparkan sebuah barang pada Rey. Rey pun berhasil menangkapnya lalu Kimi pergi dengan mobilnya menuju rumah. Rey membuka barang yang di lempar Kimi dan ternyata sebuah kalung yang Kimi beli tadi.

“hmm … Kimi”, ucap Rey sambil melihat kalung yang di berikan Kimi dan tersenyum melangkah pergi dari lobby mall. Kimi bersama supirnya sampai di rumah.

Last of Me ... I Love You ..

Pagi ini matahari nan indah menyapa Kimi dan sebuah mujizat Kimi bisa berdiri dengan Kakinya. Acara ulang tahunnya akan di laksanakan malam. Kimi akan pergi ke salon untuk menata rambutnya serta membeli dress yang ia inginkan. Kimi melihat Jam sesaat ia bangun dan jam menunjukkan pukul 11. Dengan segera Kimi mandi lalu makan serta minum obat. Kimi pamit dengan orangtuanya untuk pergi ke mall. Kimi tidak menemukan Rey di sana dan Kimi langsung pergi ke salon. Kimi mempercantik dirinya dengan Spa terlebih dahulu. Kimi benar-benar memanjakan dirinya. Setelah ia selesai Spa dan pemijitan ia pun meremajakan kulit wajahnya dan membuatnya lebih fresh. Kimi yang merasa telah kembali ia baru pergi ke salon untuk menata rambutnya dan wajahnya menjadi lebih menarik serta tampil sehat. Jam pun menunjukkan pukul 5. Kimi pun langsung pergi makan sebentar dan setelah itu ia membeli dress yang ia ingin kan. Setelah semua selesai Kimi kembali ke rumahnya dan langsung mengenakan Dress ya. Jam terus berputar dan tepat pukul 7 malam semua tamu sudah datang. Kimi melihat semua teman sekolahnya dari tk sampai kuliah dari lantai 2. Kimi pun turun kebawah untuk menyapa teman-temannya. Teman-teman Kimi merasa kaget dan takjud bahkan kedua orangtuanya juga saat melihat Kimi keluar dengan dress serta penampilan yang berbeda seperti biasanya. Mereka melihat Kimi seperti hidup dan sehat kembali.   

“Kimi”, ucap seseorang dari belakang Kimi. 

“Caca”, balas Kimi 

“Wah, lu cakep banget sumpah gw gk bohong”, ucap Caca langsung pada teman kesayanganya itu. 

“Ha? Bisa aja. Makasih ya”, balas Kimi

“Owh, iya. Happy birthday yah. Ini kado special dari gw buat lu”, ucap Caca sambil memberikan kadonya 
pada Kimi 

“Wah. Thank you”, ucap Kimi pada Caca sambil memeluk Caca. 

“Kim”, ucap Caca pada Kimi

 “Apa?”, Tanya Kimi binggung. 

Caca menunjuk untuk Kimi berbalik dan Kimi pun berbalik. Kimi melihat Rey datang ke pesta ulang tahunnya. Rey membuat Kimi semakin yakin bahwa ia menyukainya. Rey sangat tampan dan terlihat seperti cowo dengan celana panjang serta kemeja hitam dipadu dengan blazer putih. Potongan rambut Rey yang baru membuat ia menjadi terlihat seperti cowo. Rey mendekati Kimi.

“Happy birthday”, ucap Rey pada Kimi sambil memberikan sebuket bunga mawar putih dan merah. Rey juga memberikan sebuah kado. Kimi menerimanya dengan senyuman lebar di wajahnya. Senyuman kebahagiaan yang bisa di lihat oleh semua orang. 

“Thanks. Boleh di buka?”, ucap Kimi dan Rey menggangguk. Kimi membuka hadiah Rey dan ternyata sebuah cincin. Rey langsung memasangkan cincin tersebut di jari Kimi dan Rey juga menunjukkan cincin yang ia pakai di jarinya. Itu adalah sebuah cincin dengan mutiara di tengahnya dan sekeliling cincin tersebut terdapat ukiran nama mereka berdua yang tersambungkan. Kimi langsung merasa binggung. 

“Maksudnya?”, ucap Kimi pada Rey. 

“Gw gk tau apa yang gw rasakan benar atau salah. Yang pasti gw sayang sama lu Kimi dan gw gk akan pernah berharap lu jadi pacar gw yang penting … lu udah tau perasaan gw. Gw juga gk mau membuat lu menjadi seorang lesbian. Tapi … gw jujur … kalau gw benar-benar sayang sama lu. Itu aja yang harus lu tau”, ucap Rey

“Rey”, balas Kimi dan tiba-tiba Rey mencium kening Kimi. Kimi langsung terdiam.

“Gw sayang sama lu rey”, balas Kimi. Rey dan Kimi sama-sama bahagia begitu juga dengan Caca yang bisa melihat sahabatnya tersenyum. Seketika Kimi merasa pusing dan tubuhnya menjadi berat. Kakinya mulai lemas dan ia terjatuh tepat di pelukan Rey.

“Kimi !!”, teriak Caca dan Rey. Membuat semua orang melihat kearah mereka. Orangtua Kimi langsung menghampiri Kimi.

“Aku gk apa-apa. Makasih buat semuanya. Aku bahagia”, ucap Kimi sambil tersenyum. 

“Kimi …”, ucap Rey perlahan-lahan tangan Kimi melemas dan ia pun pergi bersama dengan senyumannya yang masih membekas di bibirnya. 

“Pa …”, ucap Maria pada suaminya dan ia mulai menangis melihat anak kesayangnya telah pergi. Kevin suami Maria juga tidak bisa menahan air matanya saat ia tau anaknya sudah pergi. Caca dan Rey merasa kehilangan seseorang yang mereka sayang. Rey memeluk Kimi untuk terakhir kalinya. 

“Aku sayang kamu”, ucap Rey berbisik pada Kimi. 

Kevin mengangkat tubuh Kimi untuk di bawa ke rumah duka. Caca tidak kuat menahan tangisnya untuk sahabatnya itu. Rey dan Caca ikut pergi membawa Kimi. Pesta ulang tahun Kimi menjadi akhir dari kisah hidup Kimi. Seluruh teman-teman Kimi tidak luput dari kesedihan yang mendalam. Kimi dikenal sebagai sosok yang membangkitkan semangat serta periang. Kimi tidak memiliki musuh selama hidupnya dan semua orang yang mengenal Kimi merasa terpukul dengan kepergian Kimi. Esok pagi Kimi langsung di makamkan. Rey mendatangi makam Kimi setiap hari dan selalu memberikan bunga mawar putih karena Rey tau Kimi sangat menyukai bunga tersebut. Hingga saat ini Rey tidak pernah dekat dengan seorang pun baik wanita atau pria dan Rey memutuskan untuk menjadi biarawan dan ia tidak pernah menikah. Karena bagi Rey, Kimi adalah seorang dalam hidupnya yang ia sayangi. Caca pun sudah menyelesaikan skirpsinya dan ia menikah dengan seorang pria. Caca juga selalu mengunjungi makam Kimi dan berbagi cerita dengan Kimi tentang hari-harinya terutama tentang anaknya yang kembar dan Caca memberikan nama anaknya Rey untuk laki-laki dan Kimi untuk perempuan. 

THE END

I Know you Now ...

Pertemuan pertama ini tidak akan pernah aku lupa seumur hidupku. Saat pertama tatapan mata itu menatap dan saling pandang dan saat tangan kokoh nan lembut menyentuhku . Waktu seakan perputar dan berhenti seketika karena tatapan itu. Bibirpun enggan untuk berkata bahkan menyapa. Aku tidak mengerti yang kurasakan yang aku tau ini tidak boleh aku rasakan bahkan terjadi menjadi kenyataan.  

“Door !!”

“AAaaaa”, teriak Kimi.

“Ihh, Caca. Iseng banget sih”, ucap Kimi kesal pada Caca. 

“Hahahha … abis lu. Pagi-pagi udah benggong gitu”, ucap Caca

“hmm … gw itu masih kepikiran sama orang itu, Ca”, ucap Kimi sambil tersenyum malu. 

“Ha? Orang yang nolongin lu kemaren? Aduh, Kim … please deh. Dia itu CEWE . klo cowo sih gpp lu 
pikirin sampe ubanan juga”, ucap Caca 

“iya. Gw tau. Tapi tuh … Lu liat dong gayanya, tatapannya, tangannya. Kaya cowo dang w yakin dia itu cowo”, ucap Kimi tidak mau kalah 

“hmm … Kimi? Tolong ya … gw tau lu itu orangnya rada stress tapi gw mohon sama lu jangan sampe lu jadi lesbian juga”, ucap Caca 

“Ca … Gw gk pernah merasakan suka sama orang dan baru kali ini rasanya tuh beda banget saat gw liat matanya … Tatapannya tuh … gk bisa gw lupain sampe sekarang. Lagi pula gw juga gk bakal pernah liat dia lagi. Dan … lu tau kan umur gw udah gk panjang lagi Ca. Jadi … Gw harap lu ngerti perasaan gw. Gw gk akan jadi lesbian ko…. Yang penting cukup gw tau perasaan ini memang rasa suka saat first sight”, ucap Kimi dengan raut wajah sedih. Caca pun ikut sedih melihat Kimi. 

“hmm …. Okay. Lu udah janji ya sama gw. Gk bakal jadi lesbian Kim. Meski gw tau lu emang love in first sign. Tapi … Gw gk tau deh Kim. Gw gk bisa liat lu sedih terus kaya gini. Hmmm … jujur aja baru kali ini gw bisa liat lu tersenyum manis dan liat kebahagian di mata lu Kim”, ucap Caca

“Iya … makasih ya”, ucap Kimi 

“Iya. Owh, iya. Udah jam 9 gw harus ke kampus. Gw pergi dulu ya”, ucap Caca

“Okay. Ganbatte ya”, ucap Kimi

“Sip. Dah”, ucap Caca berpamitan

“Da”, balas Kimi dan Caca pun pergi ke kampus.

“Sendiri lagi deh”, ucap Kimi. Kimi pun beranjak dari sofa dan ingin jalan-jalan keluar rumah.

“Pak Ron anterin aku ke mall ya”, ucap Kimi pada supirnya.

“Aduh non … non kan gk boleh pergi keluar rumah dulu”, ucap Pak Ron.

“Ahhh … anterin !! ayo anterin !! atau gk aku pergi sendiri nih”, ucap Kimi yang memaksa. 

“eh … eh … jangan non … kalo non pergi sendiri yang ada bapak yang di omelin”, ucap Pak Ron binggung 

“Makanya ayo anterin”, ucap Kimi sambil tersenyum. 

“aduh … jadi binggung nih bapak. Hmm … ya udah deh. Tapi gk boleh lama-lama ya”, ucap Pak Ron.

“Iya. Gk lama paling lama jam 3 sore ya”, ucap Kimi 

“hmm … Tapi nanti jam 12 makan siang sama minum obatnya ya”, ucap Pak Ron membuat kesepakatan.

“IYA IYA !! di mobil ada obat cadangan aku kan”, ucap Kimi 

“Ada dong. Udah tau bapak selalu taro di mana-mana”, ucap Pak Ron. 

“Tapi pak Ron tunggu di mobil ya”, ucap Kimi 

“He? … Lah kalo nanti Non kenapa napa gimana?”, ucap Pak Ron

“Gk. Percaya deh sama aku. Okay. Deal !!”, ucap Kimi langsung berjalan masuk ke dalam mobil.

“Aduh … udah deal aja nih anak. Hmm … susah susah”, ucap Pak Ron yang akhirnya masuk ke dalam mobil. Pak Ron pun mengantar Kimi menuju mall yang biasa di datangi Kimi. Mall itu berada tidak jauh dari rumah Kimi. Merekapun sampai di mall tersebut dan Kimi langsung masuk ke dalam mall sedangkan Pak Ron menunggu di parkiran bersama mobil.

See you my hearts

Pagi kembali datang menyingsing bulan yang indah di malam hari. Rummy yang mendadak tidak enak badan tetap harus masuk ke kelas karena ia sudah ijin selama 1 bulan. Rummy bediam diri dengan sakitnya. Rummy pun mengerakan tubuhnya untuk mandi dan dengan segera mungkin ia menganti baju dengna seragam yang seharusnya ia pakai. Setelah selesai ia pun bergegas ke kelasnya. Karena hari ini ia akan ada praktek kimia. Rummy pun menaruh tasnya di dalam loker miliknya dan mulai mengenakan jas putih untuk praktek. Ia dan teman-temannya akan mempraktekan zat pembuat busa. Rummy pun menempati tempatnya. Gurunya pun mulai mencatatkan bahan-bahan yang di pakai dan bagaimana cara menggunakannya. Rummy yang merasa pusing dan segalanya berputar-putar pun menjadi tidak konsentrasi dengan perkataan gurunya. Tak sadar Rummy memasukkan cairan yang salah dan tiba-tiba asap keluar dari tabung milik Rummy. Rummy pun kaget dan menjatuhkan tabung miliknya. Teman-temannya yang melihat asap tersebut langsung keluar dari ruangan kimia. Tetapi gurunya segera mendatangi Rummy. Moon yang melihat asap tersebut dari tempat Rummy segera mengantar Rummy keluar. Rummy yang merasa bersalah langsung menghampiri gurunya untuk meminta maaf. gurunya pun memaafkan Rummy. Rummy yang masih pusing langsung ijin kepada gurunya untuk pergi ke kelas berikutnya. Tetapi gurunya menyadari ada yang Rummy sembunyikan. Gurunya pun menyuruh Moon untuk mengantarkan Rummy ke kamarnya. Tak di sangka cairan yang jatuh tadi mengenai kaki Rummy dan pecahan belingnya juga masih berada di kaki Rummy. Rummy yang sakit bertambah buruk dengan keadaannya. Cairan tersebut membuat luka di kaki Rummy tapi luka itu akan tetapi hilang jika segera di obati. Rummy yang hanya merasakan sakit mendiamkan lukanya. Sesampainya di kamar Rummy langsung di baringkan. Moon membantu membaringkan Rummy. Tiba-tiba gurunya datang bersama dengan guru uks. gurunya memeriksa keadaan Rummy. 

"Sepertinya Rummy harus di bawa ke rumah sakit. Cairan tadi terlalu lama di diamkan dan tidak di beri air dingin. Rummy juga sudah sakit dari tadi. Dia demam tinggi, tubuhnya panas.", ucap guru uks tersebut. 

"Kita antar pake mobil sekolah saja. ayo.", ucap guru kimia. Moon membantu guru-gurunya tersebut. Rummy pun segera di periksa oleh dokter. Untunglah dokter tersebut mengetahui penyakit Rummy dan segera memberikan balsem untuk kaki Rummy dan memberikan antibodiotik. Rummy pun di rawat di rumah sakit. Moon menjaga Rummy selama ia sakit. Rummy berada satu kamar dengan seorang pasien yang bernama Felix. Selama Moon belum datang Rummy dan Felix saling berkenalan dan akrab. Tetapi ada suatu hal yang Rummy tidak tau tentang Felix. 

Setelah 1 minggu Rummy pun kembali ke sekolahnya. Ia menjali hari dengan biasa. Hingga ia menjadi terlalu dekat dengan Moon. Tidak di duga Moon menyatakan bahwa ia menyukai Rummy. Tetapi Rummy pun binggung dan tidak tau harus bagaimana. Rummy dan seluruh siswa berhasil lulus dengan nilai baik. Rummy pun di janjikan ayahnya akan pergi ke perancis untuk menjadi designer dan model di sana. Moon pun harus melepas kepergiam Rummy dengan lapang dada...

Friends is Friends

Hari ini Rummy akan kembali ke sekolah. Karena Rummy tidak mengabari teman-temannya di sekolah ia akan membuat kejutan. Rummy sudah berhasil kurus dan ia sudah sukses dengan terapinya. Rummy pun langsung menuju kamarnya di asramah. Karena suasanan masih belajar mengajar ia pun tidak mau menggangu teman-teman di kelasnya. Ia langsung merapihkan tempat tidurnya. Setelah ia berberes-beres ia pun pergi mandi untuk menyegarkan dirinya. Setelah itu ia membuat masakan untuk Moon. Setelah selesai ia menyiapkan makanan tersebut dengan baik di meja belajar Moon. Segera ia pun pergi ke perpustakaan untuk membaca beberapa buku yang sudah lama ia tingalkan. 

Bell selesai pelajaran pun berdering. Moon yang telah selesai belajar langsung pergi ke kamarnya. Semenjak Rummy pergi ia menjadi bosan di kelas. Setibanya di kamar ia pun terheran dengan aroma makanan yang menggugah dirinya. Ia pun menyantap makanan tersebut dan menghabiskannya. Tak lama ia selesai makan tiba-tiba seseorang pun masuk ke dalam kamarnya. Moon sedikit kaget karena tidak mengenal seseorang tersebut. Ternyata itu adalah Rummy. Moon yang tidak terpikir itu adalah Rummy masih terdiam dan melihat kearah Rummy. 

"Hai, Moon.", ucap Rummy sambil memberikan senyuman kearah Moon. 

"It`s that you Rummy?", tanya Moon. Rummy hanya tersenyum dan menggangukan kepalanya. 

"Oh, GOD ... you look amazing.", ucap Moon lagi tidak percaya dengan apa yang ia lihat. 

"Thx allot. How are you?" tanya Rummy dengan senyuman. 

"Boring. hmm ... our friends class already see you?", tanya Moon. 

"Nope. You the frist.", ucap Rummy membuat Moon merasa teristimewa. 

Rummy dan Moon pun menghabiskan waktu dengan bercerita tentang Rummy dan Moon selama 1 bulan tersebut. Mereka pun mulai dekat kembali dan seperti melupakan kenangan masa lalu saat mereka berdiam-diaman tidak jelas. Mereka pun tertidur karena terlalu lelah bercerita. 

Hari ini hari baru bagi Rummy dan Moon. Baik Rummy dan Moon mereka berdiam untuk menunjukan kejutan kepada teman-temannya. Sesampainya di kelas seluruh mata teman-temannya tertuju pada mereka. Rummy dan Moon hanya tersenyum lucu melihat teman-temannya yang terheran-heran. Akhirnya Rummy pun menyapa teman-temannya. Mereka pun kembali akrab seperti dulu. Rasa tidak percaya melihat Rummy sangat cantik membuat beberapa orang sinis melihat Rummy. Istirahat pun berbunyi Moon yang tersadar mendengar alaram di hp nya pun segera memberitahukan teman-temannya. Tidak di sangka hari ini adalah ulang tahun Rummy. Rummy yang lupa dengan hari istimewahnya itu hanya berdiam dan seperti biasa saja. Rummy masih asik dengan teman-temannya yang terkagum. Moon sudah menyiapkan kejutan kecil untuk Rummy. Moon sangat bersemangat membuat kejutan tersebut. Moon dan teman-temannya Rummy sudah menyiapkan kue tart istimewa untuk Rummy. Mereka membawa Rummy ke taman belakang asramah. Suasana di taman tersebut sangatlah nyaman bagi orang yang suka pacaran. Saat Rummy datang Moon sudah menyiapkan dirinya sambil membawa kue tart yang istimewa tersebut untuk Rummy. Merekapun mulai menyanyikan lagu happy bday untuk Rummy. Rummy terharu hingga ingin meneteskan air mata. Rummy pun meniup lilin ulang tahunnya dan memotong kuenya. 

"Hm, first cake. Buat siapa nih??", ucap Ryn. Tiba-tiba Rummy tersenyum dan menyodorkan kue tersebut ke arah Moon. Moonpun terkaget dan langsung membuka mulutnya dan memakan kue tersebut. 

"Yah, Moon yang dapet. Dia yang niat bgt sih. Kalo gitu gw second cake juga gpp deh.", ucap Ryn. 

"Mau banget yah dapet kuenya.", ucap Stevani yang membuat Ryn menjadi bahan tertawaan. 

"Okay. Ryn this for you and this for you Stev.", ucap Rummy sambil memberikan kuenya pada kedua temannya tersebut.

"Masa yang ulang tahun gk makan kuenya.", ucap Ryn sambil menyuapi Rummy dengan kue. Karena di kue tersebut ada sebuah ceri itu menjadi incaran Rummy tetapi Moon juga mengincar ceri tersebut. saat mereka berdua ingin mengambilnya membuat Ryn dan Stevani melihat dan tertawa kepada mereka berdua. Tetapi Rummy yang berhasil mendapatkannya. Rummy mengejek Moon dengan cara memberikan ceri tersebut tetapi saat ingin di ambil oleh Moon. Rummy memasukannya kedalam mulutnya. Rummy mengejek Moon, ternyata Moon malah tertarik dengan ejekan Rummy ia pun mengambil ceri tersebut dengan mulutnya. Ryn dan Stevani terdiam begitu juga dengan Rummy. Mereka sama-sama shock, untuk mencairkan suasana Moon pun mengeluarkan lidahnya untuk mengejek Rummy. Ryn dan Stevani langsung tertawa. 

"Rummy kalah. hahahha", ucap Stevani. Mereka pun melupakan kejadian yang baru saja terjadi. Karena hari sudah menjelang sore dan nyaris gelap mereka pun kembali ke kamar masing-masing. Rummy dan Moon hanya berdiam diri sepanjang perjalanan ke kamar mereka. Sesampainya di kamar Moon pun memulai percakapan. Ia memberanikan dirinya untuk memulai. 

"Sorry, soal yang tadi.", ucap Moon. 

"Ha? forgeted. cuma ceri ko.", ucap Rummy. 

"Hmmm, yah. Oh, iya this`s for you.", ucap Moon sambil memberikan sebuah kado untuk Rummy. Rummy menerimanya dan ia pun penasaran dengan isi kado tersebut. 

"Gw buka yah.", ucap Rummy sambil membuka bungkusan kado tersebut. 

"Ini kan?", ucap Rummy yang kaget melihat isi kotak tersebut. Moon hanya tersenyum. 

"Ko bisa sih dapetin ini?", ucap Rummy yang tidak percaya Moon berhasil mendapatkan kotak music dengan lampu bermotif lumba-lumba, ubur-ubur dan kupu-kupu air. Dari dulu Rummy sangat ingin kotak musik tersebut. Tetapi sangat sulit mendapatkan kotak musik denga motif itu. 

"Suka?", ucap Moon.

"Banget ! haaa .... thx yah.", ucap Rummy yang tidak sadar memeluk Moon. Moon pun tidak bisa berkata apa-apa selain merasa bahagia. Rummy pun melepaskan pelukannya. Rummy langsung menyalakan kotak musik tersebut.

Hard Work ... Fighting !!

Hari ini adalah hari baru untuk Rummy karena ia akan memulai sekolahnya di asramah barunya. Ia dekat dengan Moon apalagi Moon juga mengambil IPA. Mereka mendapatkan 1 kelas dan 1 tempat duduk bersama. Wali kelas mereka pun masuk. 

"Hai, Class. my name is Choli sensei. Now .. let's chouse some one to be leader in this class.", ucap Sensei Choli. Semua murid malah menunjuk Rummy. Rummy hanya terdiam karena malu. Rummy tau teman-temannya hanya ingin meledeki dirinya. 

"Sensei. I want to be leader...", ucap Moon tiba-tiba sambil berdiri. Seluruh muridpun menengok kearah Moon termasuk Rummy. Sensei Choli pun setuju tetapi ia tetap mengangkat Rummy sebagai wakil Moon. 

"Don't be afraid. Nothing happened with you...", ucap Moon yang sedang tidur di mejanya. Rummy tidak terlalu mengiyakan perkataan Moon. Rummy pun mendengarkan gurunya dengan baik. 

Bell pun berdering Rummy segara meninggalkan kelasnya dan pergi ke kamar untuk beres-beres. Ia mau berolahraga di ruang fitness sekolah. Karena ia terlalu lelah melihat layar lcd. Rummy pun memilih untuk tidur sebentar. Karena terlalu lelah ia pun terbangun dan hari sudah mulai sore segera Rummy pergi ke ruang fitness. Sesampainya disana ia langsung menempati ruang senam lantai. Ia pun segera melakukan pemanasan. Rummy berlatih selama 3 jam. Setelah hari sudah menjadi gelap ia pun segera kembali ke kamarnya. Sesampainya di kamar ia segera pergi mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Setelah ia selesai mandi Rummy langsung merapihkan bukunya untuk besok. Karena sudah malam ia menjadi malas untuk makan malam dan ia pun segera tidur. 

Moon yang memperhatikan Rummy merasa sedikit khawatir dengan Rummy. Apalagi Rummy tidak makan malam dan tidak pernah sarapan selama ia melihatnya dalam waktu akhir-akhir ini. 

Pagi ini Moon bangun terlebih dahulu dan ia sudah pergi ke kelasnya. Sementara Rummy yang baru bangun segera mandi dan pergi ke kelasnya. Pelajaranpun dimulai seperti biasa. Hingga bell berbunyi hal itu baru luar biasa. Seluruh murid menyerbu ke kantin untuk mengantri duluan. Lagi-lagi Rummy hanya di kelas dan Moon pergi entah kemana. Rummy membaca buku-buku pelajarannya untuk jam berikutnya hinggi tiba-tiba ia melihat ada sekotak makanan di tasnya. Rummypun binggung dengan apa yg terjadi apalagi Rummy tidak pernah ingan bahwa ia membawa makanan. Ia pun memakan makanan tersebut dan menurutnya makanan tersebut cukup enak untuk di santap. Ia pun menghabiskan makanan tesebut dengan lahap. Hari ini Rumy meminta ijin kepada gurunya untuk pulang. Ia akan melakukan terapi untuk menurunkan berat badannya dan ayahnya pun setuju. Rummy akan di terapi selama 1 bulan full. Moon yang diam-diam memperhatikan Rummy merasa kehilangan tetapi ia tidak mau Rummy tau tentang perasaannya itu. Rummy pun pergi suasana di sekolah terasa ganjil bagi Moon. Mau tidak mau Moon harus melepaskan Rummy.

See you Indonesia, Let's see Korea :)

Hai, nama gw Rummy Natalia Kim. Biasanya di panggil Rummy. Gw punya seorang kakak bernama William Dias Kim. Kk gw berumur 21 tahun n sedang sibuk mengurus kuliahnya untuk jurusan teknologi (IT) S2. Kalo gw sih lagi menunggu pengumuman kelulusan SMP. sekarang gw berumur 15 tahun n berat badan gw udah 75 KG ajh. Tapi orang tua gw dukung ajh tuh buktinya nyokap gw suka bilang " Makan yg byk buat pertumbuhan", n kk gw bilang "mkn biar tumbuh besar", jdi gw gk slh dong kalo gw suka makan. Oh, iya bokap n nyokap gw udah cerai. nyokap gw udah kawin lagi sedangkan bokap katanya sih lagi sibuk ngurusin bisnisnya gitu deh. tapi lagi penjajakan ke tmn 1 rekan bisnisnya. Sekarang gw lagi siap-siap buat pindah ke korea tempat bokap gw tinggal. Tapi ada 1 hal yang menganjal gw soal perjanjian gw dengan Angel cewe paling cantik di sekolah. Perjanjiannya adalah saat reunian sekolah badan gw harus kurus. Semangat kemerdekaan tanpa lemak deh. Bye Indonesia next destination is Korea. i.m coming my sweat country. Gw tinggal di kota Gwangju Gwangyeoksi, tepatnya di wilayah korea selatan. Akhirnya gw pun sampai di korea dan sekarang gw sendiri binggung mau naik apa. Tapi gw pengen mencoba naik bus saja. Rummy pun melihat rute bus yang menuju Gwangju Gwangyeoksi. Akhirnya gw naik Bus berwarna biru dan gw turun tepat di halte Gwangyeoksi. Katanya dari sini gw tinggal langsung jalan sedikit. Tapi dari pada gw salah jalan meningan gw naik taksi ke kantor bokap gw ajah. Lagi pula bokap gw udah tau kalau gw mau datang. Gw pun menelphone bokap gw dulu. 

"Halo, dad. I'm in Gwangyeoksi halte bus. What must i do now? can you take me to your office or i must have take to taxi?", ucap Rummy pada ayahnya di telephone. 

"Okay. I will send a driver to pick up you. you wait at there.", balas ayahnya. 

"okay. see you dad.", ucap Rummy sebelum menutup hpnya. Rummy pun menunggu dan tak lama kemudian sebuah mobilpun datang. Rummy pun yakin itu mobil yang di kirimkan ayahnya. Ia pun masuk ke dalam mobil tanpa berpikir panjang. Karena ia tidak bisa berbicara bahasa korea. Ia hanya mampu berbicara bahasa inggris itupun tidak terlalu aktif. Tak lama kemmudian gw sampai di sebuah gedung besar yang bisa di bilang cukup bagus dan elit. Rummy pun masuk dengan di antar supir yang menjemputnya itu. Rummy merasa malu karena semua orang di sana melihat kearahnya dan semuanya sangat cantik dan langsing. Sedangkan Rummy memiliki badan yang gendut. Rummy pun di antar ke lantai 8 dan itu adalah lantai paling tinggi. Ia pun di suruh menunggu di sebuah ruangan. tak lama kemudian pintu terbuka. 

"Rummy, my sweat princess.", ucap Lee Ta Kim ayah Rummy.

 "Daddy", ucap Rummy sambil memeluk ayahnya dengan hangat. 

"congrant for your study", ucap ayah Rummy.

 "thank's dad", bls rummy. 

"are you hungry girl?", tanya ayahnya. 

"little", ucap rummy. 

"ok. now we can go for eat because my work is over. and now time for you.", ucap ayah tommy. 

"really? but it's 1 pm dad. time over is 5 pm right?", tanya rummy memastikan. 

"ya, i know but this special for you. okay ... don't be confuised ... just take relex and let's we eat. let's go...", ucap ayah rummy. mereka pun makan di sebuah restaurant. Ayah rummy memesankan menu makanan special di korea. Setelah mereka makan Rummy pun di antar ke rumah ayahnya untuk beristirahat. Rummy langsung memasuki kamarnya dan merapihkan kamarnya. 

"Kamarnya indah banget kaya seorang putri. Pokonya gw harus kurus!!", ucap Rummy dalam benaknya. Rummy di sekolahkan di sebuah asramah wanita. Agar ia bisa latihan pada saat malam hari. Besok pagi Rummy pun di antar ayahnya ke asramanya. Ia mendapatkan kamar yang cukup nyaman tetapi ia belum tau siapa yang akan menjadi teman sekamarnya. Tidak lama kehadiran Rummy seseorang pun datang ke dalam kamar. Seketika Rummy kaget melihat orang tersebut karena tidak mirip perempuan tetapi lebih ke laki-laki. Rummy pun tidak berani banyak bicara. Ia pun merapikan tempat tidurnya dan merapikan baju-bajunya di lemarinya. Setelah Rummy selesai ia pun mengambil ipodnya untuk mendengarkan lagu. tak lupa ia memasangkan headset di telinganya dan mengambil hpnya untuk online. Itu adalah kegiatan yang paling rummy sukai. Tanpa ia sadar ternyata teman sekamarnya melihat ke arahnya. Ia pun tidak enak hati. Segera Rummy melepas headsetnya dan mendekati temannya itu. 

"Hai, My name Rummy Natalia Kim. You?", ucap Rummy memperkenalkan dirinya. 

"Moon Lee Ta", ucap Moon. 

"nice name. okay. ehhmmm, sorry if my english is not good bec i'm not from this country. i'm from indonesia. how about you?", tanya Rummy mencairkan suasana. 

"Yah, i see. i'm like you... i'm from indonesia but i live in korea bec my parenth have great job in here.", ucap Moon menjelaskan. 

"okay. i see. hmm ...  i want to sleep. so ... bye.", ucap Rummy mengakhiri percakapan. 

"nice dream.", saut Moon.

THE END OF TIME

3 Hari kemudian ...

Angel dan Danny sedang duduk dan berbincang di café.

“Kimmy kemana sih. Udah 3 hari gk keliatan dan dia bilang ngurusin kuliahnya. Gk mungkin bangetkan”, ucap Angel binggung dengan perubahan Kimmy.

“Iya. Kayanya ada yang dia sembunyiin deh”, ucap Danny setuju dengan perkataan Angel.

“Apa ada hubungannya sama klinik yang waktu itu lu bilang”, ucap Angel.

“Mungkin juga begitu. Mendingan sekarang kita ke klinik itu buat cari tau”, ucap Danny dan Angel setuju. Merekapun pergi ke klinik yang Kimmy hampiri setiap hari. Danny dan Angel mencari Kimmy di klinik tersebut dengan bertanya kepada resepsionis.

“itu orang yang ditemui Kimmy”,ucap Danny dan mereka menghampiri Rey.

“Lu orang yang ditemui Kimmy 3 hari yang lalu. Dimana Kimmy?”, Tanya Danny.

“Kamu Danny. Kalian mau ketemu Kimmy”, ucap Rey yang menebak.

“Iya .. dimana dia?”, saut Angel.

“mari ikut saya”, ucap Rey mengajak Angel dan Danny menemui Kimmy di sebuah kamar 282. Kimmy terlihat sedang tertidur.

“Dia sedang koma, sudah 3 hari”, ucap Rey memberitau Angel dan Danny.

“Tapi dia masih balas sms dari kita”, ucap Angel tiba-tiba Rey mengeluarkan buku kecil dan Hp yang sangat dikenal Danny dan Angel.

“Hp Kimmy?”, ucap Danny.

“Dia bilang saat ada apapun gw harus bilang dia baik-baik aja dan sibuk dengan kuliahnya. 3hari lalu dia kemari karena ia merasa pusing dan badannya berat saat bangun tidur. Tubuhnya sudah sangat sakit ia juga mengeluh nafasnya yang mulai sesak dan berat. Ia sudah sulit makan karena lidahnya terkadang berat untuk digerakan. Ia menuliskan apa yang ia rasakan di buku ini dan saat itu dia baru mengatakan semua lewat buku ini kepada saya. Kimmy memang memiliki tubuh yang lemah dan mudah sakit bila terlalu lelah karena saat kecil ia pernah di periksa ayah saya tetapi saya tidak mengira itu merupakan sebuah kanker otak yang sudah menjalar ke pernafasan dia. Saya sering menghubunginya lewat email untuk melakukan radiasi kemo tetapi ia tidak mau karena masih mencari orangtuanya dan ia berjanji saat orangtuanya sudah ia temukan ia akan bertemu saya lagi untuk di periksa. 3 hari yang lalu kami mencoba radiasi tetapi tubuhnya tidak menerima dan tiba-tiba otaknya tidak berfungsi dan dia koma. Mungkin saat ini ia terlihat sedang tidur tetapi otaknya sudah tidak berfungsi dengan baik. Selama 2 hari saya mengecek kinerja otaknya terkadang bergerak dan kadang tidak. Terkadang ia merespon panggilan saya terkadang ia hanya diam bahkan tidak bernafas. Saya menyukainya dan menyayanginya dari kecil tetapi tetap saja dia tidak mendengarkan saya bahkan orangtuanya sendiri tidak ia dengarkan. Tetapi mungkin anda bisa Danny, karena ia menyukai anda sejak sma bahkan hingga saat ini.”, ucap Rey menjelaskan dan membuat Angel serta Danny tidak dapat mempercainya. Angel tidak bisa menahan air matanya dari cerita Rey. Angel dan Danny mendekati Kimmy yang terbaring dengan berbagai alat di sekitarnya.

“Kimmy … Kamu bangun ya. Aku disini … Maafin aku yang gk pernah tau perasaan kamu. Aku … Aku sayang kamu”, ucap Danny yang membisikan pada telinga Kimmy.

“Kim … bangun. Lu gk sayang sama Danny dan gw. Kalau lu gk nanti Danny gw rebut loh”, ucap Angel sambil menangis.

“Kimmy … bangun”, ucap Danny memegang tangan Kimmy dan tangannya merespon.

“Dia merespon kalian”, ucap Rey yang melihat tubuh Kimmy bergerak. Tiba-tiba Kimmy terbangun dari tidurnya.

“Kalian … kenapa kalian disini”, ucap Kimmy “ko lu nangis, Ngel”, ucap Kimmy pada Angel. Kimmy terlihat seperti bangun tidur biasa namun dengan wajah yang terlihat pucat. Kimmy melepas pernafasannya. 

“Kimmy diperiksa dulu, jangan langsung bangun”, ucap Rey yang mencegah Kimmy bangun.

“Apaan sih. Gw baik-baik aja okay. Sekarang gw mau pergi keatap. Gw mau liat bintang mala mini”, ucap Kimmy mencegah Rey membaringkannya lagi.

“Ko lu tau sekarang udah malam?”, ucap Angel binggung

“gk tau. Perasaan gw bilang begitu”, ucap Kimmy

“Okay tapi jangan lama dan pake kursi roda kaki lu sakitkan”, ucap Rey pada Kimmy sambil membawakan kursi roda di dekat Kimmy. Kimmy mengikuti kata-kata Rey. Danny membantu memindahkan Kimmy. Merekapun pergi keatap dan melihat langit malam yang begitu indah karena begitu banyak bintang.

“Malam ini indah banget. Begitu banyak bintang dan kebahagiaan diatas sana”, ucap Kimmy yang senang melihat bintang. Tiba-tiba titik-titik hujan mulai turun.

“Gerimis. Ayo balik ke kamar”, ucap Rey yang khawatir soal Kimmy.

“Tunggu … kalian ingatkan. Kebahagiaan gw itu saat ..”, ucap Kimmy yang terputus

“Ada bintang di malam hari ..”, jawab Danny melanjutkan.

“Dan hujan. Tapi lu lagi sakit. Ayo balik ke kamar”, ucap Angel menambahkan kata-kata Danny.

“Gk, Ngel. Udah saatnya. Sekarang udah saatnya ….. jangan lupain gw ya. Gw sayang kalian dan ka Danny aku sayang kk”, ucap Kimmy sambil tersenyum. Angel melihat senyuman itu seperti dejavu baginya.

“Kimmy ..”, ucap Angel dan Kimmy pergi di hari itu setelah senyuman manisnya. Danny dan Rey tidak bisa menutupi kesedihan dan air mata mereka bersama hujan yang turun karena mereka memang menyukai Kimmy. Angel pun menangis sebagai seorang teman dan sahabat yang pernah jahat terhadapnya saat sma. Mereka mengantar Kimmy masuk ke dalam kamar dan mengabari orangtua Danny soal Kimmy. Orangtua Kimmy sudah mengira dan mereka sudah berada di Korea. Kimmypun di makamkan di Indonesia. 

Kebahagiaan adalah hal yang sulit didapat 
dan 
akan ada kehilangan sebelum kebahagiaan itu datang.
Selamat Jalan sahabat ….. 
Semoga engkau merasakan kebahagiaan bersama para bintang di sana.

MY SECRET

Hari ini Kimmy, Angel dan Danny akan pergi shopping tetapi pagi-pagi sekali Kimmy sudah tidak ada di kamar. Angel yang mencari Kimmy langsung menemui Danny di kolam renang.

“Liat Kimmy gak?”, Tanya Angel yang sibuk mencari Kimmy sejak ia bangun tidur.

“Gk. bukannya dia satu kamar sama lu”, ucap Danny dengan santai.

“itu sih jangan ngomong. Tadi pagi pas bangun dia udah gk ada dikamar. Gw pikir .. dia pasti sama lu”, ucap Angel.

“gk tuh. Kita janjian jam 10 di lobby buat jalan-jalankan”, ucap Danny.

“iya .. tapi sekarang dia aja gk ada. Coba lu telephone atau sms dia”, ucap Angel. Danny langsung mengeluarkan hpnya dan mencoba menelphone Kimmy.

“Gk di angkat”, ucap Danny ia pun langsung mengirim sms ke Kimmy. Kimmy membalas sms tersebut.

“Dibalas nih. Dia bilang lagi ada perlu sebentar nanti dia datang. Lagi di jalan katanya.”, ucap Danny yang membaca balasan sms dari Kimmy. Tidak lama Kimmypun datang.

“Hai, sorry ya. Tadi ada urusan bentar. Ayo jadi pergi kan”, ucap Kimmy pada Angel dan Danny.

“hmm .. jadi dong”, jawab Angel dan merekapun pergi dengan mobil. Mereka mengelilingi seoul dan mampir dibeberapa toko. Angel membeli beberapa oleh-oleh. Setelah sudah 8 jam berkeliling merekapun kembali ke hotel.

“eh, kalian dulu ya. Gw mau pergi bentar”, ucap Kimmy dan ia langsung pergi tanpa menghiraukan Danny dan Angel.

“Dia kenapa? Aneh banget”, ucap Angel yang merasa aneh dengan sikap Kimmy.

“Gw juga ngerasa begitu. Kemarin dia bicara soal kebahagiaan”, ucap Danny.

“Dia juga bilang gitu sama gw. Dia bilang kebahagiaan dia bukan karena cinta tetapi saat melihat bintang dan hujan tapi saat itu akan ada …”, ucap Angel yang terputus.

“Kehilangan”, lanjut Danny

“Iya”, jawab Angel.

“Kalau gitu lu ke kamar gw mau ikutin dia dulu sebelum jauh”, ucap Danny

“Okay. Nanti kabarin gw ya”, ucap Angel dan merekapun berpencar. Danny mengikuti Kimmy sampai di sebuah klinik. Kimmy bertemu dengan seseorang dan mereka langsung masuk ke dalam klinik tersebut.

“Klinik?”, ucap Danny binggung. Dannypun kembali kehotel dan memberitahu Angel.

Dilain sisi Kimmy yang bertemu dengan Rey...

“Ini hasilnya. Kondisi lu semakin memburuk”, ucap Rey khawatir.

“okay. Kalau gitu gw balik ya”, ucap Kimmy tidak menghiraukan kekhawatiran Rey.

“gw antarin ya ..  dan kali ini lu harus terima”, ucap Rey langsung.

“iya iya”, ucap Kimmy dan Rey pun mengantar Kimmy kembali ke hotel.

“Jangan cape dan minum obat”, ucap Rey

“Iya. Bye”, balas Kimmy dan ia pergi kekamar.

TRUE OF ME

“Kita akan melakukan tes hari ini.”, ucap Dokter Rey. Dokter Rey adalah teman dekat Kimmy saat sd sampai smp namun ia pindah ke korea untuk ikut dengan orangtuanya yang juga seorang dokter. Rey menyukai Kimmy sejak kecil tetapi Kimmy tidak mau pacaran karena ingin bertemu dengan orangtuanya dulu. Rey selalu mengkontrol kesehatan Kimmy sejak ia sering bermain dokter-dokteran sampai saat ia sudah menjadi dokter.

“Iya. gw udah tau ko”, ucap Kimmy pada Rey.

“Kim … sampai kapan lu harus diam gini. Bokap nyokap lu aja udah khawatir banget sama lu. Lu juga kenapa gk mau dengerin kata-kata gw. Gw itu sayang sama lu”, ucap Rey kesal namun dengan penuh perhatian terhadap Kimmy.

“Udah ya, Rey. Kita udah sering bahas ini di email”, ucap Kimmy yang lelah dengan semua pertanyaan dan sikap Rey terhadapnya.

“tapi …”, ucap Rey mencoba membujuk Kimmy namun dihentikan oleh Kimmy.

“Udah. Hp gw geter. Ada miss call dari Danny. Ada sms”, ucap Kimmy dan ia membalas sms tersebut.

“gw harus pergi. Mereka udah nunguin gw. Nanti gw balik lagi ke sini kalau udah kelar acaranya”, ucap Kimmy lagi.

“gw anter ya”, ucap Rey.

“jangan. Nanti aja .. gw kesini lagi ko”, ucap Kimmy menolak dan ia kembali ke hotel.

Kamis, 07 November 2013

Korea Last Stand

Pagi ini Kimmy, Danny, dan Angel akan pergi ke Korea. Mereka berkumpul dibandara. Pejalanan memakan waktu 2 jam. Sesampainya di korea mereka sudah di jemput mobil.

“Kalian ke hotel aja dulu. Gw harus pergi sebentar ke kampus”, ucap Kimmy.

“hmm .. okay”, balas Angel dan Kimmypun pergi.

“Dia keliatan aneh. Dari tadi diam aja. Dia juga gk sarapan pagi”, ucap Danny yang khawatir.

“Kalau begitu kita ikutin dia aja”, ucap Angel.

“jangan .. mendingan kita ke hotel dulu. Nanti pasti dia ke hotel”, ucap Danny pada Angel. Danny dan Kimmy berjalan di pinggir kolam renang hotel sambil melihat langit malam.

“Dan .. eh, ka. Lu tau gk. Kata orang akan ada kebahagiaan buat gw akhir nanti dan saat itu tiba aka nada hujan dan bertabur bintang malam. Mungkin saat itu adalah saat yang paling gw tunggu dan paling membahagiakan tetapi mungkin juga gw akan kehilangan”, ucap Kimmy sambil melihat bintang-bintang.

“Semua kebahagiaan akan didapat setiap orang tetapi akan ada jalannya masing-masing”, ucap Danny pada Kimmy. Tiba-tiba Angel datang.

“Lagi pada ngapain? Kim .. Tidur yuk udah malem besok kitakan mau pergi shopping”, ucap Angel menarik tangan Kimmy
“Night, ko”, ucap Kimmy pada Danny

“Night Dan”, ucap Angel pada Danny. Kimmy dan Angelpun pergi kekamar mereka dan bersiap untuk tidur.

“Angel .. lu tau gk kapan kebahagian itu datang?”, Tanya Kimmy sambil menatap langit-langit hotel.

“hmm .. kalau gw sih mungkin saat belanja. Hahha … okay serius … saat cinta itu datang”, ucap Angel yang mendambakan cinta sejati.

“sayangnya cinta itu gk akan datang buat gw. Karena kebahagiaan gw adalah saat langit malam bertabur bintang dan hujan. Itulah kebahagiaan gw dan kehilangan gw”, ucap Kimmy sambil tersenyum pada Angel.

“Kimmy”, ucap Angel kecil saat melihat Kimmy tersenyum Angel merasakan sesuatu berbeda dari wajah Kimmy.

“Night, Ngel”, ucap Kimmy dan ia langsung tertidur. Angel pun menyusul Kimmy tidur.

SWEET SEVENTEEN

Hari ini ulang tahun Kimmy yang ke 17 tahun dan Kimmy mulai mengetahui bahwa orangtuanya kandungnya adalah orangtua Danny.

“Ye, kita saudara. Gw seneng banget punya ade kaya lu”, ucap Danny kepada Kimmy sambil memeluknya.

“Iya. Gw juga”, balas Kimmy dengan tersenyum meski ia merasa sedikit sedih karena ia memang menyukai Danny dan ia merasa lebih berat lagi mengetahui bahwa Danny adalah kakak kandungnya. Danny menarik tangan Kimmy.

“Mau kemana?”, Tanya Kimmy binggung tetapi Danny hanya diam saja. Danny sudah mempersiapkan kejuta. Kimmy di bawa ke ruangan yang gelap dan seketika menjadi terang dengan LED luar angkasa. Kimmy sangat menyukai antariksa tertutama bintang. Ternyata Danny dan Angel sudah menyiapkan semua ini untuk Kimmy. Kimmy sangat bahagia dan tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan hatinya. Tetapi ada hal yang Kimmy masih sembunyikan dari Danny dan Angel.

“Makasih ya buat kado special kalian. Ada satu hal yang mau gw bilang kekalian”, ucap Kimmy pada Danny dan Angel

“Apa?”, Tanya Angel bersemangat

“Gw akan pergi ke Korea besok untuk mengambil kuliah di sana dan gw juga akan ke Amerika kurang lebih 3 bulan setelah belajar di sana”. Ucap Kimmy.

“Apa? Kenapa lu gk bilang ke kita”, ucap Danny.

“Kalau begitu besok kita akan ikut lu kekorea. Gw pengen liat kampus lu disana”, ucap Angel.

“Setuju”, Saut Danny.

“Okay”, balas Kimmy

“Sekarang kita rayain ulang tahun lu dulu. Abis itu kita beres-beres. Besok pagi ketemu di Airport ya”, ucap Angel. Merekapun melanjutkan ulang tahun Kimmy dan kurang lebih pukul 11 pesta selesai. Kimmy pun sudah menyiapkan kopernya untuk pergi sejak kemarin.

“Semua berjalan lancar”, ucap Kimmy dan ia pun pergi tidur.

TRUE HEART

Kimmy yang dekat dengan Danny sedang berjalan bersama di taman.
“Kim … gw gk bisa jadian sama lu”, ucap Danny kepada Kimmy.

“Kenapa? Lu udah punya pacar ya”, balas Kimmy

“Kurang lebih seperti itu sih ..”, jawab Danny

“ehmm … cincin …”, ucap Kimmy yang tidak sengaja melihat cincin yang dikenakan Danny.

“ini .. dulu gw punya pacar tapi dia udah meninggal karena sakit.”, ucap Danny.

“oh, begitu. Gw ngerti …”, balas Kimmy.

“Jadi … Gw minta maaf karena gk bisa jadian sama lu.”, ucap Danny dengan serius tetapi dengan nada yang terasa sedih.

“iya … lu tenang aja. Gw gpp ko”, balas Kimmy. Merekapun kembali pulang.

SCARY OF LOVE

Hari Ini ada games cari jejak . Tepat pukul 9 malam bertempat di taman villa. Setiap orang berpasangan karena ada 1 orang yang sakit jadi ada yang bertiga. 

“Kenapa harus gw yang bertiga? Sama mereka lagi”, ucap Kimmy yang kesal karena harus 1 kelompok dengan Danny dan Angel.

“Setiap tim harus mendapatkan kain merah sebanyak-banyaknya. Sekarang kita mulai saja”, ucap Guru memberikan arahan. Setiap tim pun mulai mencari di taman yang sudah gelap. Tim Kimmy, Danny dan Angelpun juga mulai mencari kain merah dengan dipimpin Danny.

“aduh … gelap banget sih …”, ucap Angel sambil merangkul tangan Danny.

“Bawel!!”, ucap Kimmy

“Diem aja deh lu”, ucap Angel tetapi tidak dibalas Kimmy karena Kimmy malas meladeni Angel yang seperti anak kecil. Merekapun terus mencari di dalam taman dengan kegelapan. Meski sulit merekapun berhasil mengumpulkannya 1 demi 1.

“Eh, .. itu ada kain merah lagi”, saut Kimmy yang melihat kain merah di atas pohon. Merekapun mendekati pohon tersebut.

“Ambil sana”, suruh Angel terhadap Kimmy. Kimmypun tampa ragu mengambilnya dengan memanjat pohon. Setelah mendapatkan kain merah tersebut tidak sengaja kaki Kimmy terpelesat da jatuh tetapi Danny berhasil menangkap tubuhnya.

“Thank’s”, ucap Kimmy pada Danny

“Ihh … apaan-apaan sih”, ucap Angel sambil melepaskan tumpuan Danny terhadap Kimmy dan membuat Kimmy terjatuh.

“Aw”, geram Kimmy

“Angel … Apaan-apaan itu lu. Kaya anak kecil tau”, ucap Danny membela Kimmy da membantu Kimmy bangun.

“Udah gpp. Mendingan kita lanjutin aja”, ucap Kimmy yang merasa malas untuk ribut.

“Tangan lu berdarah”, ucap Danny kepada Kimmy dengan segera ia mengambil asalah satu kain merah dan mengikatnya di tangan Kimmy.

“Ihh”, ucap Angel yang kesal dan ia menendang sebuah batu hingga mengenai sebuah pohon. Tindakan Angel serentak membuat Kimmy dan Danny melihat kearahnya.

“Oh, MG. Ngel .. jangan gerak”, ucap Kimmy yang melihat seekor ular berada tidak jauh dari kaki Angel.
 “Kenapa?”, Tanya Angel yang masih sok dan kesal dengan Kimmy.

“Angel … Diam. OKE!”, ucap Danny memperingatkan Angel.

“Emang kenapa ??? bilang … ada apa …”, ucap Angel takut dan gemetar. “Ada ular di deket kaki lu”, ucap Kimmy

“APA ??! ULAR??!”, teriak Angel yang ketakutan membuat ular tersebut bergerak cepat menghampirinya.

“AAAaaahhh … “ Suasanapun berubah menjadi tidak karuan dan penuh dengan ketakutan.

“KIMMY !!” teriak Danny dan Angel. Kimmy berhasil menyelamatkan Angel dengan membiarkan ular tersebut menancampkan taringnya di kakinya dan ia memukul ular tersebut dengan batu tepat dikepalanya yang mengigit kakinya hingga ular itu mati. Kaki Kimmypun berdarah karena gigitan ular dan pukulan batu yang ia berikan agar ular tersebut mati.

“Kimmy … Lu …”, ucap Danny yang binggung. Dannypun mengendong Kimmy dengan dibantu oleh Angel yang masih menangis karena takut.

“Kimmy … makasih … lu udah nolongin gw”, ucap Angel sambil menangis kepada Kimmy di perjalanan menuju villa.

“Iya, Sama-sama”, balas Kimmy yang lemah dan masih bisa tersenyum. Tiba-tiba tubuh Kimmy merasa dingin dan mengigil.

“Lu kenapa, Kim?”, Tanya Angel yang melihat Kimmy gemetar.

“Dinggin”, jawab Kimmy

“Sabar ya. Kita udah sampai”, ucap Danny yang cepat-cepat membawa masuk Kimmy. Angelpun dengan segera memanggil guru dan para guru langsung melakukan pertolongan pertama. Kimmypuin berhasil selamat dengan luka memar di kakinya. Kimmy langsung tidur dan keesokan paginya seluruh murid kembali ke Jakarta.

Angel sudah baik terhadap Kimmy begitu pula dengan Danny. Kimmy begitu dekat dengan Danny hingga mereka dibilang pacaran.  

Next day @ School of Sky, 9 A.M

Seluruh murid sudah memasuki bus yang akan membawa mereka pergi ke puncak. Kimmy memilih kursi di paling belakang karena menurutnya akan lebih tenang di belakang.Tiba-tiba setelah bus mulai berjalan Danny pindah ke belakang dan duduk di sebelah Kimmy. Danny adalah seorang yang kaya dan paling ganteng di sekolah, selain ganteng dan tenar sifatnya juga iseng terhadap orang lain. Danny yang tiba-tiba duduk di sebelah Kimmy langsung menarik headset yang di kenakan Kimmy untuk mendengarkan lagu. Kimmypun merasa kaget dan kesal dengan perbuatan Danny. 

“Apaan sih lu!!”, ucap Kimmy kesal dengan keisengan Danny tetapi Danny tidak menghiraukan amarah Kimmy karena Danny mendengarkan lagu yang di dengarkan Kimmy dengan headset yang ia ambil secara paksa dari Kimmy. Kimmy yang semakin kesal dengan sengaja menarik kembali headsetnya dan mendengarkan lagu kembali. Dannypun bertindak iseng lagi dan menarik headset Kimmy hingga terlepas dari telinganya. 

“Iseng banget sih lu”, ucap Kimmy dengan kesal. 

“Pelit banget sih. Berbagilah dengan sesamamu”, ucap Danny menceramahi Kimmy.

“hallo … Sejak kapan harus berbagilah dengan sesamamu ORANG KAYA. Lu kan kaya apa udah turun derajat. Beli aja susah banget”, ucap Kimmy 

“Miskin aja belagu banget sih”, balas Danny tidak mau kalah. Keributan mereka mengundang Angel yang menyukai Danny. Angelpun menghampiri Danny dan Kim yang sedang beradu mulut.

“Aduh … Beb. Ngapain sih kamu duduk di sini. Sama … sama orang miskin ini lagi. Gk pantes tau. Mendingan kamu duduk sama aku aja. Ya …”, ucap Angel sambil mengandeng tangan Danny.

“Ini lagi satu … “, ucap Danny seketika. Danny pun langsung mendekati Kim yang tidak menghiraukan Angel datang. Danny kembali membuat keisengan terhadap Kimmy dengan memasang salah satu headset ketelinganya. Ternyata Kimmy tidak sadar karena ia hanya mengenakan 1 headset di telinganya.

“ihhh … ko … malah ke dia sih”, ucap Angel kesal dan bĂȘte. Angelpun kembali ketempatnya dengan wajah kesal.

“Ini … rekaman suara lu ya”, ucap Danny seketika dan membuat Kimmy kaget. Kimmy pun langsung menarik headsetnya dari telinga Danny tetapi tangannya kurang cepat dengan tangan Danny.

“Sini balikin”, ucap Kimmy sambil mencoba merebut headsetnya kembali.

“Mau? Jawab dulu pertanyaan gw … itu suara lu”, ucap Danny

“eeerrrgghh .. rese banget sih lu. IYA !! itu suara gw. Kenapa? Jelek? Emang iya. Udah puas…”, ucap Kimmy yang kesal. Danny pun mengembalikan headsetnya.

“bagus ko”, jawab Danny singkat dan ia mengeluarkan mp3nya dan mendengarkan lagu.

“bagus? Baru kali ini dia bisa muji orang”, pikir Kimmy sambil memperhatikan Danny yang sedang mendengarkan lagu. Kimmypun langsung mengalihkan pandangannya dengan mendengarkan lagu dan melihat jalan kearah jendela. Perjalanan yang lelah karena para murid harus bangun pagi membuat semua murid tertidur di perjalanan. Sesampainya di Villa para murid di bagikan kamar. Setiap murid menempati 1 kamar dan sudah tersedia kamar mandi didalamnya.

Today

"Baju, celana, jaket, handuk, alat mandi, baju renang, tang top, snack dan gadget. Ssssiiippp !! eh … lupa sandal, sepatu, dan top. OKAY. Beres semua”, ucap Kimmy yang sedang merapihkan pakaiannya untuk di masukkan kedalam koper dan siap untuk pergi. 

Kimmy memeriksa lagi barang-barang yang kurang untuk ia bawa ke puncak. Setelah ia rasa selesai ia pun memeriksa kalender yang berada di dinding kamarnya. 

“1 minggu lagi”, ucap Kimmy dalam batinnya dan membuat Kimmy mengingat masa lalunya. 

“Saat kamu 17 tahun tante dan om akan antar kamu bertemu orangtua kamu. Jadi, kamu tidak usah khawatir mereka cuma ingin kamu lebih mandiri. Semua keperluan kamu sudah di atur oleh mereka. Kamu tenang aja ya … mereka sayang kamu” 

“gk sabar banget mau ketemu orangtua gw. Seperti apa mereka … Hmm … udah gk sabar”, ucap Kimmy lagi. Kimmypun kembali merapihkan kamarnya dan ia segera tidur.