Selasa, 19 November 2013

THE END OF TIME

3 Hari kemudian ...

Angel dan Danny sedang duduk dan berbincang di café.

“Kimmy kemana sih. Udah 3 hari gk keliatan dan dia bilang ngurusin kuliahnya. Gk mungkin bangetkan”, ucap Angel binggung dengan perubahan Kimmy.

“Iya. Kayanya ada yang dia sembunyiin deh”, ucap Danny setuju dengan perkataan Angel.

“Apa ada hubungannya sama klinik yang waktu itu lu bilang”, ucap Angel.

“Mungkin juga begitu. Mendingan sekarang kita ke klinik itu buat cari tau”, ucap Danny dan Angel setuju. Merekapun pergi ke klinik yang Kimmy hampiri setiap hari. Danny dan Angel mencari Kimmy di klinik tersebut dengan bertanya kepada resepsionis.

“itu orang yang ditemui Kimmy”,ucap Danny dan mereka menghampiri Rey.

“Lu orang yang ditemui Kimmy 3 hari yang lalu. Dimana Kimmy?”, Tanya Danny.

“Kamu Danny. Kalian mau ketemu Kimmy”, ucap Rey yang menebak.

“Iya .. dimana dia?”, saut Angel.

“mari ikut saya”, ucap Rey mengajak Angel dan Danny menemui Kimmy di sebuah kamar 282. Kimmy terlihat sedang tertidur.

“Dia sedang koma, sudah 3 hari”, ucap Rey memberitau Angel dan Danny.

“Tapi dia masih balas sms dari kita”, ucap Angel tiba-tiba Rey mengeluarkan buku kecil dan Hp yang sangat dikenal Danny dan Angel.

“Hp Kimmy?”, ucap Danny.

“Dia bilang saat ada apapun gw harus bilang dia baik-baik aja dan sibuk dengan kuliahnya. 3hari lalu dia kemari karena ia merasa pusing dan badannya berat saat bangun tidur. Tubuhnya sudah sangat sakit ia juga mengeluh nafasnya yang mulai sesak dan berat. Ia sudah sulit makan karena lidahnya terkadang berat untuk digerakan. Ia menuliskan apa yang ia rasakan di buku ini dan saat itu dia baru mengatakan semua lewat buku ini kepada saya. Kimmy memang memiliki tubuh yang lemah dan mudah sakit bila terlalu lelah karena saat kecil ia pernah di periksa ayah saya tetapi saya tidak mengira itu merupakan sebuah kanker otak yang sudah menjalar ke pernafasan dia. Saya sering menghubunginya lewat email untuk melakukan radiasi kemo tetapi ia tidak mau karena masih mencari orangtuanya dan ia berjanji saat orangtuanya sudah ia temukan ia akan bertemu saya lagi untuk di periksa. 3 hari yang lalu kami mencoba radiasi tetapi tubuhnya tidak menerima dan tiba-tiba otaknya tidak berfungsi dan dia koma. Mungkin saat ini ia terlihat sedang tidur tetapi otaknya sudah tidak berfungsi dengan baik. Selama 2 hari saya mengecek kinerja otaknya terkadang bergerak dan kadang tidak. Terkadang ia merespon panggilan saya terkadang ia hanya diam bahkan tidak bernafas. Saya menyukainya dan menyayanginya dari kecil tetapi tetap saja dia tidak mendengarkan saya bahkan orangtuanya sendiri tidak ia dengarkan. Tetapi mungkin anda bisa Danny, karena ia menyukai anda sejak sma bahkan hingga saat ini.”, ucap Rey menjelaskan dan membuat Angel serta Danny tidak dapat mempercainya. Angel tidak bisa menahan air matanya dari cerita Rey. Angel dan Danny mendekati Kimmy yang terbaring dengan berbagai alat di sekitarnya.

“Kimmy … Kamu bangun ya. Aku disini … Maafin aku yang gk pernah tau perasaan kamu. Aku … Aku sayang kamu”, ucap Danny yang membisikan pada telinga Kimmy.

“Kim … bangun. Lu gk sayang sama Danny dan gw. Kalau lu gk nanti Danny gw rebut loh”, ucap Angel sambil menangis.

“Kimmy … bangun”, ucap Danny memegang tangan Kimmy dan tangannya merespon.

“Dia merespon kalian”, ucap Rey yang melihat tubuh Kimmy bergerak. Tiba-tiba Kimmy terbangun dari tidurnya.

“Kalian … kenapa kalian disini”, ucap Kimmy “ko lu nangis, Ngel”, ucap Kimmy pada Angel. Kimmy terlihat seperti bangun tidur biasa namun dengan wajah yang terlihat pucat. Kimmy melepas pernafasannya. 

“Kimmy diperiksa dulu, jangan langsung bangun”, ucap Rey yang mencegah Kimmy bangun.

“Apaan sih. Gw baik-baik aja okay. Sekarang gw mau pergi keatap. Gw mau liat bintang mala mini”, ucap Kimmy mencegah Rey membaringkannya lagi.

“Ko lu tau sekarang udah malam?”, ucap Angel binggung

“gk tau. Perasaan gw bilang begitu”, ucap Kimmy

“Okay tapi jangan lama dan pake kursi roda kaki lu sakitkan”, ucap Rey pada Kimmy sambil membawakan kursi roda di dekat Kimmy. Kimmy mengikuti kata-kata Rey. Danny membantu memindahkan Kimmy. Merekapun pergi keatap dan melihat langit malam yang begitu indah karena begitu banyak bintang.

“Malam ini indah banget. Begitu banyak bintang dan kebahagiaan diatas sana”, ucap Kimmy yang senang melihat bintang. Tiba-tiba titik-titik hujan mulai turun.

“Gerimis. Ayo balik ke kamar”, ucap Rey yang khawatir soal Kimmy.

“Tunggu … kalian ingatkan. Kebahagiaan gw itu saat ..”, ucap Kimmy yang terputus

“Ada bintang di malam hari ..”, jawab Danny melanjutkan.

“Dan hujan. Tapi lu lagi sakit. Ayo balik ke kamar”, ucap Angel menambahkan kata-kata Danny.

“Gk, Ngel. Udah saatnya. Sekarang udah saatnya ….. jangan lupain gw ya. Gw sayang kalian dan ka Danny aku sayang kk”, ucap Kimmy sambil tersenyum. Angel melihat senyuman itu seperti dejavu baginya.

“Kimmy ..”, ucap Angel dan Kimmy pergi di hari itu setelah senyuman manisnya. Danny dan Rey tidak bisa menutupi kesedihan dan air mata mereka bersama hujan yang turun karena mereka memang menyukai Kimmy. Angel pun menangis sebagai seorang teman dan sahabat yang pernah jahat terhadapnya saat sma. Mereka mengantar Kimmy masuk ke dalam kamar dan mengabari orangtua Danny soal Kimmy. Orangtua Kimmy sudah mengira dan mereka sudah berada di Korea. Kimmypun di makamkan di Indonesia. 

Kebahagiaan adalah hal yang sulit didapat 
dan 
akan ada kehilangan sebelum kebahagiaan itu datang.
Selamat Jalan sahabat ….. 
Semoga engkau merasakan kebahagiaan bersama para bintang di sana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar