Pagi ini matahari nan indah menyapa Kimi dan sebuah mujizat Kimi bisa berdiri dengan Kakinya. Acara ulang tahunnya akan di laksanakan malam. Kimi akan pergi ke salon untuk menata rambutnya serta membeli dress yang ia inginkan. Kimi melihat Jam sesaat ia bangun dan jam menunjukkan pukul 11. Dengan segera Kimi mandi lalu makan serta minum obat. Kimi pamit dengan orangtuanya untuk pergi ke mall. Kimi tidak menemukan Rey di sana dan Kimi langsung pergi ke salon. Kimi mempercantik dirinya dengan Spa terlebih dahulu. Kimi benar-benar memanjakan dirinya. Setelah ia selesai Spa dan pemijitan ia pun meremajakan kulit wajahnya dan membuatnya lebih fresh. Kimi yang merasa telah kembali ia baru pergi ke salon untuk menata rambutnya dan wajahnya menjadi lebih menarik serta tampil sehat. Jam pun menunjukkan pukul 5. Kimi pun langsung pergi makan sebentar dan setelah itu ia membeli dress yang ia ingin kan. Setelah semua selesai Kimi kembali ke rumahnya dan langsung mengenakan Dress ya. Jam terus berputar dan tepat pukul 7 malam semua tamu sudah datang. Kimi melihat semua teman sekolahnya dari tk sampai kuliah dari lantai 2. Kimi pun turun kebawah untuk menyapa teman-temannya. Teman-teman Kimi merasa kaget dan takjud bahkan kedua orangtuanya juga saat melihat Kimi keluar dengan dress serta penampilan yang berbeda seperti biasanya. Mereka melihat Kimi seperti hidup dan sehat kembali.
“Kimi”, ucap seseorang dari belakang Kimi.
“Caca”, balas Kimi
“Wah, lu cakep banget sumpah gw gk bohong”, ucap Caca langsung pada teman kesayanganya itu.
“Ha? Bisa aja. Makasih ya”, balas Kimi
“Owh, iya. Happy birthday yah. Ini kado special dari gw buat lu”, ucap Caca sambil memberikan kadonya
pada Kimi
“Wah. Thank you”, ucap Kimi pada Caca sambil memeluk Caca.
“Kim”, ucap Caca pada Kimi
“Apa?”, Tanya Kimi binggung.
Caca menunjuk untuk Kimi berbalik dan Kimi pun berbalik. Kimi melihat Rey datang ke pesta ulang tahunnya. Rey membuat Kimi semakin yakin bahwa ia menyukainya. Rey sangat tampan dan terlihat seperti cowo dengan celana panjang serta kemeja hitam dipadu dengan blazer putih. Potongan rambut Rey yang baru membuat ia menjadi terlihat seperti cowo. Rey mendekati Kimi.
“Happy birthday”, ucap Rey pada Kimi sambil memberikan sebuket bunga mawar putih dan merah. Rey juga memberikan sebuah kado. Kimi menerimanya dengan senyuman lebar di wajahnya. Senyuman kebahagiaan yang bisa di lihat oleh semua orang.
“Thanks. Boleh di buka?”, ucap Kimi dan Rey menggangguk. Kimi membuka hadiah Rey dan ternyata sebuah cincin. Rey langsung memasangkan cincin tersebut di jari Kimi dan Rey juga menunjukkan cincin yang ia pakai di jarinya. Itu adalah sebuah cincin dengan mutiara di tengahnya dan sekeliling cincin tersebut terdapat ukiran nama mereka berdua yang tersambungkan. Kimi langsung merasa binggung.
“Maksudnya?”, ucap Kimi pada Rey.
“Gw gk tau apa yang gw rasakan benar atau salah. Yang pasti gw sayang sama lu Kimi dan gw gk akan pernah berharap lu jadi pacar gw yang penting … lu udah tau perasaan gw. Gw juga gk mau membuat lu menjadi seorang lesbian. Tapi … gw jujur … kalau gw benar-benar sayang sama lu. Itu aja yang harus lu tau”, ucap Rey
“Rey”, balas Kimi dan tiba-tiba Rey mencium kening Kimi. Kimi langsung terdiam.
“Gw sayang sama lu rey”, balas Kimi. Rey dan Kimi sama-sama bahagia begitu juga dengan Caca yang bisa melihat sahabatnya tersenyum. Seketika Kimi merasa pusing dan tubuhnya menjadi berat. Kakinya mulai lemas dan ia terjatuh tepat di pelukan Rey.
“Kimi !!”, teriak Caca dan Rey. Membuat semua orang melihat kearah mereka. Orangtua Kimi langsung menghampiri Kimi.
“Aku gk apa-apa. Makasih buat semuanya. Aku bahagia”, ucap Kimi sambil tersenyum.
“Kimi …”, ucap Rey perlahan-lahan tangan Kimi melemas dan ia pun pergi bersama dengan senyumannya yang masih membekas di bibirnya.
“Pa …”, ucap Maria pada suaminya dan ia mulai menangis melihat anak kesayangnya telah pergi. Kevin suami Maria juga tidak bisa menahan air matanya saat ia tau anaknya sudah pergi. Caca dan Rey merasa kehilangan seseorang yang mereka sayang. Rey memeluk Kimi untuk terakhir kalinya.
“Aku sayang kamu”, ucap Rey berbisik pada Kimi.
Kevin mengangkat tubuh Kimi untuk di bawa ke rumah duka. Caca tidak kuat menahan tangisnya untuk sahabatnya itu. Rey dan Caca ikut pergi membawa Kimi. Pesta ulang tahun Kimi menjadi akhir dari kisah hidup Kimi. Seluruh teman-teman Kimi tidak luput dari kesedihan yang mendalam. Kimi dikenal sebagai sosok yang membangkitkan semangat serta periang. Kimi tidak memiliki musuh selama hidupnya dan semua orang yang mengenal Kimi merasa terpukul dengan kepergian Kimi. Esok pagi Kimi langsung di makamkan. Rey mendatangi makam Kimi setiap hari dan selalu memberikan bunga mawar putih karena Rey tau Kimi sangat menyukai bunga tersebut. Hingga saat ini Rey tidak pernah dekat dengan seorang pun baik wanita atau pria dan Rey memutuskan untuk menjadi biarawan dan ia tidak pernah menikah. Karena bagi Rey, Kimi adalah seorang dalam hidupnya yang ia sayangi. Caca pun sudah menyelesaikan skirpsinya dan ia menikah dengan seorang pria. Caca juga selalu mengunjungi makam Kimi dan berbagi cerita dengan Kimi tentang hari-harinya terutama tentang anaknya yang kembar dan Caca memberikan nama anaknya Rey untuk laki-laki dan Kimi untuk perempuan.
THE END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar