“Pak … tolong anterin aku ke kamar. Kaki aku sakit”, ucap Kimi yang tidak bisa menggunakan kakinya.
“Ah … iya non”, ucap Pak Ron langsung. Pak Ron pun mengangkat Kimi menuju kamarnya. Sesampainya kimi di kamar Kimi langsung di rebahkan. Kimi langsung meminum obat yang ada di meja sebelah ranjangnya.
“Owh, iya. Pak Ron. Ini buat bapak”, ucap Kimi sambil memberikan sebuah barang.
“wah, makasih non”, ucap Pak Ron
“Iya”, balas Kimi
“Kalau gitu .. bapak ke bawah dulu ya. Non istirahat ya”, ucap Pak Ron. Kimi pun menggangguk. Pak Ron pun pergi meninggalkan Kimi di kamarnya.
“Rey”, ucap Kimi sambil tersenyum. Ia pun tidur. Jam telah berganti dan bulan pun sudah muncul bersamaan dengan gelapnya malam serta taburan bintang. Kimi yang sudah bangun dari tidurnya langsung mengambil kain dari Rey dan terus mengingat Rey.
“Kimi?”, ucap Maria ibu Kimi yang masuk ke kamar.
“Udah bangun? Kata Pak Ron tadi kaki kamu sakit?”, ucap Maria sambil mengelus rambut anaknya.
“Iya. Sekarang gk bisa di gerakin mi”, ucap Kimi pada ibunya.
“Kita ke dokter ya. Bentar lagi papi pulang”, ucap Maria yang khawatir dengan keadaan anaknya.
“Terserah. Mau sejuta kali Kimi menolak dokter juga kalian tetap bakal bawa Kimi dan mau sejuta kali dokter digunakan Kimi juga bakalan pergi”, ucap Kimi dengan nada tinggi.
“Kamu jangan ngomong gitu dong sayang. Setidaknya dokter bisa mengurangi rasa sakit kamu dan membuat kamu tetap hidup di samping mami dan papi”, ucap Maria.
“Aku tau mi. Tapi mami taukan. Sakit ini gk bakal bisa hilang. Kimi juga udah bisa terima keadaan Kimi yang seperti ini mi”, ucap Kimi
“Mami tau … Mami tau sayang kamu kuat. Tapi mami mohon sama kamu. Jangan menolak dokter buat mami dan papi kamu. Yang kita mau kamu tetap hidup di samping kami sayang”, ucap Maria sambil meneteskan air mata..
“hmm … iy. Kimi bakal nurut kalian tapi Kimi gk mau selalu di rumah. Kimi mau menikmati apa yang Kimi gk bisa lakuin. Menikmati masa-masa Kimi yang masih ada meski sedikit”, ucap Kimi.
“Dengan 1 syarat kamu harus terus minum obat kamu”, ucap Maria
“Iya”, ucap Kimi
“Mami sayang kamu “, ucap Maria sambil memeluk Kimi dan mencium kening Kimi.
“hmm … ueeekkk”, Kimi mual
“Kimi?”, ucap Maria.
“Kimi?”, ucap Maria.
“Uuueeekkk …. Ooohhhoookkk hhhhooookkk” “Kimi? Kimi kamu …”, ucap Maria yang panik melihat anaknya muntah dan batuk serta mengeluarkan darah.
“Mami … hhhhooookkkk ooohhhkoooookk … Mami … Kimi ….”, ucap Kimi sambil menangis. Kimi takut dan tidak kuat melihat dirinya sendiri. Tangan, mulut, dan ranjangnya penuh dengan darah. Maria langsung memanggil Pak Ron dan mereka pergi ke rumah sakit. Maria menutup mulut Kimi dengan kain. Kimi terus batuk dan muntah, ia juga tidak berhenti mengeluarkan darah. Mereka pun sampai di rumah sakit Kimi langsung masuk UGD dan di periksa oleh dokternya. Maria menunggu Kimi di luar sambil menunggu suaminya datang.
“Ma? Kimi gimana?”, ucap Kevin suami Maria.
“Pa … Kimi … Tadi dia muntah terus batuk – batuk dan berdarah”, ucap Maria sambil menangis di pelukan suaminya. Baju Maria masih membekas darah Kimi.
“Tenang … Kimi pasti baik-baik aja. Kamu gk boleh nangis di depan dia biar dia bisa kuat juga.
Ya”, ucap Kevin yang ia juga ingin menangis. Maria menghapus air matanya. Dokterpun keluar dan mendatangi Kevin serta Maria.
“Gimana?”, ucap Kevin langsung pada dokter Jimmy.
“Anak kamu semakin parah. Kankernya sudah memasukki stadium akhir. Umur Kimi … hanya beberapa hari lagi. Tapi Tuhanlah yang lebih tau. Sekarang kita sama-sama berdoa saja buat Kimi. Hmm … Kimi sudah istirahat. Jadi jangan terlalu membuatnya cape”, ucap Jimmy
“Iya iya. Makasih ya”, ucap Kevin
“Iya. Aku balik dulu, Vin .. Mar”, ucap Jimmy pamit.
“Iya.” Balas Kevin. Kevin dan Maria pun memasukki kamar Kimi dan mereka melihat Kimi sedang tertidur.
“2 hari lagi Kimi ulang tahun pa”, ucap Maria.
“Iya. Aku tau. Lalu bagaimana? Apa kita jadi untuk merayakannya?”, ucap Kevin
“Aku mau merayakannya dan aku yakin Kimi juga mau. Selama ini Kimi tidak pernah minta dan aku berfikir itu moment penting baginya”, ucap Maria.
“Iya. Kau benar. Kalau gitu sekarang kita biarkan Kimi tidur dan besok kita mempersiapkan pesta ulang tahun baginya. Kita akan memberikan kejutan untuknya nanti dan akan selalu ia kenang”, ucap Kevin dan Maria menggangguk. Kevin dan Maria pun pulang dan membiarkan Kimi tidur di rumah sakit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar