Rabu, 31 Desember 2014

my new blog

Hallo everyone to maximaz my story so i want to introduce my new blog. At there you can see how my feel right now in everyday because i always write at there like a diary book. So if you want to be close with me let's see my new blog at :


http://mysteryofvalentine.blogspot.com/

I hope we can to be close friends and share anything ^^ Thank you and Happy New Years 2015

Kamis, 20 Februari 2014

Everything was good for now

Hari ini adalah hari yang sangat disukai oleh para wanita dari DC karena hari ini adalah pesta ballroom. Mereka berkesempatan untuk bertemu serta berkenalan lebih dekat dengan idola mereka. Keiko tidak menyukai persta ballroom karena ia harus memakai make up dan baju dress yang menurutnya membuat langkah kakinya menjadi kaki. Keiko memilih untuk tetap di kamar atau mengunjungi gereja untuk melihat keindahan bunga mawar di bawah cahaya terang bulan.Keiko mengenakan celana panjang hitam, baju kaos putih dan jaket panjang berwarna hitam serta tak lupa sepatu. Keiko melewati lorong-lorong sekolah untuk bisa sampai ke gereja. Keiko berjalan sambil diiringin oleh lagu dari ballroom. Keiko sampai di gereja dan ia duduk di dekat bunga mawar. keiko melihat kearah sinar bulan.
"Cantik sekali", ucap Keiko pada sang rembulan. keiko menikmati waktunya sendiri.
"Tidak ikut bergabung?", ucap seseorang dari balik kegelapan.
"Hmm .. Zero .. ah, aku tidak suka ballroom", ucap Keiko sambil tersenyum.
"Mengapa? bukankah disana banyak teman-temanmu?", ucap Zero
"Hahaha tidak apa-apa hanya tidak suka saja. terlalu banyak orang dan membuatku sakit kepala", ucap Keiko
"Bagaimana keadaanmu?", tanya Zero
"Ha?baik", ucap Keiko "dia tau", pikir Keiko. Zero mendekati Keiko dan melihat tanaman mawar yang tumbuh di gereja.
"Kau suka mawar?", ucap Zero
"Ya. Mawar itu cantik dan mandiri. Dia bisa melindungi dirinya sendiri dengan duri yang ia miliki", ucap Keiko mendeskripsikan arti mawar bagi dirinya sendiri.
"Ya. Tapi mawar juga berbahaya karena durinya", ucap Zero.
"Kau hanya perlu hati-hati untuk memiliki mawar. Karena mawar harus dirawat dengan kasih sayang yang tulus dan penuh perhatian", ucap Keiko sambil melihat kearah mawar. Keiko sangat menyukai mawar karena ia ingin seperti sekuntum mawar yang bisa hidup mandiri dan mendapatkan orang yang ia sayangi dengan sepenuh hati.
"Hmm .. Aku tidak akan menggangu. Aku hanya ingin tidur disini. Nikmatilah waktumu sendiri, tidak usah memperdulikan aku", ucap Zero sambil berbaring diantara bangku panjang gereja. Keiko memperhatikan Zero.
"Zero",pikir Keiko. Zero memang tertidur tetapi ia masih bisa mengetahui apa yang dilakukan Keiko.Keiko memperhatikan mawar dan terkadang bulan, ia merasa nyaman dan tenang. Setelah ia puas ia pun pergi dari gereja dengan melewati Zero. Keiko memperhatikan Zero yang sedang tidur dan Keikopun pergi.
 Zero melihat kepergian Keiko dan ia kembali tidur. Keiko berjalan kembali kekamarnya dan berbaring di atas ranjang sambil menutup matanya dengan bantal.
"Hwaa .. lebih baik aku tidur", ucap Keiko dan iapun langsung melepas bebannya di atas ranjang dan tertidur.

my Life was Changing

Pagi ini Keiko kembali bersemangat dengan sekolahnya. Hari ini adalah hari penting untuk sekolah karena akan diadakan pesta menari di malam hari dan seluruh murid baik DC dan NC akan menghadirinya. Banyak murid DC dari pihak wanita yang merasa sangat senang. Keiko juga tidak bertugas hari ini meski ia tidak suka dengan acara pesta terutama menari. Keiko melihat sebuah kotak di meja belajarnya. Keiko melihat kotak tersebut dan membukanya.
"Dress?", ucap Keiko. 

"Prakk"

"Hmm .. siapa?", ucap Keiko sambil melihat kearah jendelanya. 
"KK !!", Teriak Hatori pada Keiko. Keiko langsung meningalkan kamarnya dan menemui Hatori.
"Kamu ngapain disini?", tanya Keiko pada Hatori.
"Aku mau main sama kakak", ucap Hatori.
"Hmm .. mau main kemana?", tanya Keiko.
"Ayo ikut aja", ucap Hatori sambil menarik tanggan Keiko. Keiko mengikuti Hatori dan mereka sampai di sebuah tempat di kedalaman taman sekolah.
"Tempat apa ini?", ucap Keiko pada Hatori.
"Ini tempat main aku", ucap Hatori.
"Kk gk pernah melihat tempat ini sebelumnya", ucap Keiko
"Iya. Tempat ini sangat rahasia dan cuma aku dan kk yang tau",ucap Hatori. Hatori duduk di samping Keiko, Hatori mencium pipi Keiko dan Keiko tidak sadarkan diri.

Dilain sisi Zero dan beberapa dari anak-anak NC menegtahui kedatangan Hatori merekapun bergegas menuju kamar Keiko.

"Long time not see .. Zero", ucap Hatori.
"what do you want?", ucap Zero
"Make a friend", ucap Hatori sambil melihat kearah Keiko.
"Dasar bocah ini", ucap Jinyu dengan rasa ingin memukul kepala Hatori.
"Lebih baik kau pergi dan jangan pernah menggagu dia lagi", ucap Zero dengan wajah serius terhadap Hatori.
"Baiklah .. baiklah .. Tidak perlu terlalu serius begitu. Aku akan pergi, Tuan Zero. Sampai bertemu lagi", ucap Hatori dan iapun menghilang.
"Dasar bocah itu .. selalu membuat aku kesal", ucap Jinyu.
"Lebih baik urus Keiko, aku serahkan padamu", ucap Zero pada Jinyu dan ia pun pergi.

My Afraidness

Keiko tersadar dan melihat sekelilingnya, dengan seksama ia memperhatikan sekelilingnya.
"ini kamar aku", ucap Keiko.
"Keiko .. kamu sudah sadar .. papa khawatir sama kamu", ucap Yuuji dengan memeluk anaknya.
"Apa yang terjadi?", Tanya Keiko.
"hmm .. kamu ditemukan Zero di taman dalam keadaan pingsan", ucap Yuuji menjelaskan. Ayaka masuk kedalam kamar.
"Bagaimana keadaanmu?", Tanya Ayaka.
"baik-baik saja", ucap Keiko sambil membuka selimutnya dan beranjak dari kasurnya tetapi tiba-tiba tubuhnya langsung lemas dan Keiko terjatuh. Ayaka berhasil menangkap tubuh Keiko yang terjatuh. 
"Keiko !!", teriak Yuuji melihat anaknya terjatuh.
"ah, hehehe sudah tidak apa-apa .. hahhaha tenang saja ya", ucap Keiko dengan wajah palsunya untuk menutupi rasa khawatir ayahnya. Keiko selalu bersikap riang gembira didepan semua orang. Keiko melepaskan pegangan Ayaka.
"Lebih baik istirahat dulu", ucap Ayaka pada Keiko.
"sudah .. aku gpp ko", ucap Keiko pada Ayaka dengan wajahnya yang gembira.
"Baiklah ayah akan menyiapkan bubur special untuk Keiko. Tunggu disini ya", ucap Yuuji dan iapun langsung pergi ke dapur untuk memasak. Ayakapun melangkah pergi.
"Istirahat biar aku yang jaga hari ini", ucap Ayaka sebelum keluar dari pintu. Keikopun duduk kembali diranjangnya dan Keiko menatapi kakinya.
"Rasanya seperti ada yang menghalangi untuk berjalan", ucap Keiko dalam benaknya. Keiko melihat kearah jendela kamarnya. Iapun bangkit kembali dan bersiap untuk tugasnya.

Dilain sisi anak-anak NC sedang berkumpul diruang tamu asrama.

"Ada kabar bahwa ada seorang anak laki-laki yang bisa menghisap energi manusia sebagai sumber energinya", ucap Rosella.
"Bukankah itu yang membuat Keiko pingsan", saut Jinyu.
"iya, benar itu yang aku dengar", balas YuJin.
"Kalau begitu Yujin dan Jinyu mengawasi DC, Kazima dan Ichiru mengawasi saat NC berlangsung", ucap Zero pada anak-anak NC. 

Keiko berjalan menuju gereja, ia sangat menyukai nuansa gothic yang berada di dalam gereja. Keiko melihat kearah bunga mawar yang hidup didalam gereja. Keiko ingin memetik 1 bunga mawar tersebut.
"kk tidak apa-apa", ucap seseorang yang membuat Keiko kaget dan jari terkena duri mawar tersebut.
"ah", gumam Keiko dan darah terlihat dijarinya.
"maaf mengagetkan kaka", ucap anak tersebut dan ia mendekati Keiko.
"biar aku lihat", ucap anak kecil tersebut.
"kamu sedang apa disini", ucap Keiko.
"hmm .. aku tinggal disini", ucap anak kecil tersebut.
"tinggal?", ucap Keiko dengan wajah binggung.
"iya. namaku Hatori Khuzuki, nama kk Keiko Nakashima benar?", ucap Hatori. Hatori memegang jari Keiko yang terluka. Ia memasukkan jari Keiko yang terluka kedalam mulutnya dan menghisap darah Keiko. Perbuatan membuat Keiko kaget. Hatori menghisap darah Keiko bukan hanya yang keluar dari jarinya. Perlahan-lahan Keiko terasa lemas. Keiko jatuh dan terduduk di hadapan Hatori dengan wajah serta tatapan kosong.
"kk maukan jadi teman aku", ucap Hatori dan Keiko hanya menggangguk.

Frist of first

Keiko Nakashima seorang gadis remaja yang baru saja masuk SMA. Keiko begitu sapaannya, adalah seorang anak dari kepala sekolah di sekolah Rose Nation School. Yuuji Nakashima adalah ayah Keiko, Yuuji bukanlah ayah kandung Keiko dan Keiko juga menegtahui hal tersebut. Yuuji menemukan Keiko saat Keiko berusia 5 tahun dan semenjak itu Yuuji menggangkat Keiko sebagai anaknya. Yuuji sendiri adalah seorang duda, istrinya telah meninggal karena sakit dan ia tidak pernah menikah lagi. Keiko yang saat ini berusia 16 tahun. Kesibukannya bukan hanya sebagai anak dan murid tetapi ia juga harus bertanggung jawab atas tugasnya sebagai Sosial Cross. Keiko harus mengatur para murid agar tidak melanggar aturan di sekolah. Rose Nation School adalah sekolah yang memiliki asrama dan beberapa fasilitas lengkap untuk menunjang proses belajar. Sekolah ini terbagi dalam dua kubu yaitu Day Class and Night Class. Keiko sampai saat ini tidak menegtahui apa yang membuat perbedaan tersebut namun yang Keiko ketahui adalah Night Class memiliki murid-murid yang pintar di bandingkan lainnya. Keiko tidak sendiri dalam menangani tugasnya ia dibantu oleh Ayaka Hataka. Ayaka adalah seorang anak laki-laki yang ditemukan oleh Yuuji, Ayaka ditemukan saat ia berusia 12 tahun. Keiko sudah mengganggap Ayaka seperti saudara kandungnya sendiri. 
Day Class terdiri dari beberapa kelas dan kebanyakan muridnya adalah wanita. Tugas yang berat bagi Keiko dan Ayaka saat para wanita DC melihat anak laki-laki NC. Banyak dari para wanita di DC mengidolakan anak-anak NC dan bukan hanya wanita di DC saja para laki-laki juga sama. Keiko juga harus memperhatikan pada murid saat malam hari dan itu adalah tugas yang paling ia sukai karena ia bisa melihat apa saja yang dilakukan murid NC. Keiko memiliki seorang laki-laki idaman yaitu Zero Ryuzi. Zero adalah pemimpin dari anak-anak NC. Zero sangat dihargai di antara anak-anak NC. Saat ini Keiko harus kembali berjaga malam. Keiko mengawasi seluruh sekolah dari gedung utama hingga ke taman.
"hmm .. Ayaka pake acara pergi segala sama papa .. Menyebalkan !!", ucap Keiko sambil mengawasi taman. Tiba-tiba Keiko mendengar suara dari balik rerumputan. Keikopun menghampiri kearah suara tersebut. Sambil memegang tongkat listrik miliknya ia berjalan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara. 
"Hyaaa", refleks Keiko yang mengarahkan tongkatnya kearah seseorang tetapi ia hentikan.
"kamu ngapain disini?", ucap Keiko pada seorang anak laki-laki.
"hm, aku mau cari kakak aku disini. tapi aku malah nyasar", ucap anak laki-laki tersebut.
"hmm .. begitu. ayo kakak bantu cari. Nama kamu siapa? .. dan nama kakak kamu siapa?", tanya Keiko sambil menunduk melihat anak tersebut dan mendekatinya.
"Nama aku ..", ucap Anak laki-laki tersebut sambil memegang pipi Keiko dan sekejap semua menjadi gelap.