Hari ini adalah hari yang sangat disukai oleh para wanita dari DC karena hari ini adalah pesta ballroom. Mereka berkesempatan untuk bertemu serta berkenalan lebih dekat dengan idola mereka. Keiko tidak menyukai persta ballroom karena ia harus memakai make up dan baju dress yang menurutnya membuat langkah kakinya menjadi kaki. Keiko memilih untuk tetap di kamar atau mengunjungi gereja untuk melihat keindahan bunga mawar di bawah cahaya terang bulan.Keiko mengenakan celana panjang hitam, baju kaos putih dan jaket panjang berwarna hitam serta tak lupa sepatu. Keiko melewati lorong-lorong sekolah untuk bisa sampai ke gereja. Keiko berjalan sambil diiringin oleh lagu dari ballroom. Keiko sampai di gereja dan ia duduk di dekat bunga mawar. keiko melihat kearah sinar bulan.
"Cantik sekali", ucap Keiko pada sang rembulan. keiko menikmati waktunya sendiri.
"Tidak ikut bergabung?", ucap seseorang dari balik kegelapan.
"Hmm .. Zero .. ah, aku tidak suka ballroom", ucap Keiko sambil tersenyum.
"Mengapa? bukankah disana banyak teman-temanmu?", ucap Zero
"Hahaha tidak apa-apa hanya tidak suka saja. terlalu banyak orang dan membuatku sakit kepala", ucap Keiko
"Bagaimana keadaanmu?", tanya Zero
"Ha?baik", ucap Keiko "dia tau", pikir Keiko. Zero mendekati Keiko dan melihat tanaman mawar yang tumbuh di gereja.
"Kau suka mawar?", ucap Zero
"Ya. Mawar itu cantik dan mandiri. Dia bisa melindungi dirinya sendiri dengan duri yang ia miliki", ucap Keiko mendeskripsikan arti mawar bagi dirinya sendiri.
"Ya. Tapi mawar juga berbahaya karena durinya", ucap Zero.
"Kau hanya perlu hati-hati untuk memiliki mawar. Karena mawar harus dirawat dengan kasih sayang yang tulus dan penuh perhatian", ucap Keiko sambil melihat kearah mawar. Keiko sangat menyukai mawar karena ia ingin seperti sekuntum mawar yang bisa hidup mandiri dan mendapatkan orang yang ia sayangi dengan sepenuh hati.
"Hmm .. Aku tidak akan menggangu. Aku hanya ingin tidur disini. Nikmatilah waktumu sendiri, tidak usah memperdulikan aku", ucap Zero sambil berbaring diantara bangku panjang gereja. Keiko memperhatikan Zero.
"Zero",pikir Keiko. Zero memang tertidur tetapi ia masih bisa mengetahui apa yang dilakukan Keiko.Keiko memperhatikan mawar dan terkadang bulan, ia merasa nyaman dan tenang. Setelah ia puas ia pun pergi dari gereja dengan melewati Zero. Keiko memperhatikan Zero yang sedang tidur dan Keikopun pergi.
Zero melihat kepergian Keiko dan ia kembali tidur. Keiko berjalan kembali kekamarnya dan berbaring di atas ranjang sambil menutup matanya dengan bantal.
Zero melihat kepergian Keiko dan ia kembali tidur. Keiko berjalan kembali kekamarnya dan berbaring di atas ranjang sambil menutup matanya dengan bantal.
"Hwaa .. lebih baik aku tidur", ucap Keiko dan iapun langsung melepas bebannya di atas ranjang dan tertidur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar