Pagi ini Keiko kembali bersemangat dengan sekolahnya. Hari ini adalah hari penting untuk sekolah karena akan diadakan pesta menari di malam hari dan seluruh murid baik DC dan NC akan menghadirinya. Banyak murid DC dari pihak wanita yang merasa sangat senang. Keiko juga tidak bertugas hari ini meski ia tidak suka dengan acara pesta terutama menari. Keiko melihat sebuah kotak di meja belajarnya. Keiko melihat kotak tersebut dan membukanya.
"Dress?", ucap Keiko.
"Prakk"
"Hmm .. siapa?", ucap Keiko sambil melihat kearah jendelanya.
"KK !!", Teriak Hatori pada Keiko. Keiko langsung meningalkan kamarnya dan menemui Hatori.
"Kamu ngapain disini?", tanya Keiko pada Hatori.
"Aku mau main sama kakak", ucap Hatori.
"Hmm .. mau main kemana?", tanya Keiko.
"Ayo ikut aja", ucap Hatori sambil menarik tanggan Keiko. Keiko mengikuti Hatori dan mereka sampai di sebuah tempat di kedalaman taman sekolah.
"Tempat apa ini?", ucap Keiko pada Hatori.
"Ini tempat main aku", ucap Hatori.
"Kk gk pernah melihat tempat ini sebelumnya", ucap Keiko
"Iya. Tempat ini sangat rahasia dan cuma aku dan kk yang tau",ucap Hatori. Hatori duduk di samping Keiko, Hatori mencium pipi Keiko dan Keiko tidak sadarkan diri.
Dilain sisi Zero dan beberapa dari anak-anak NC menegtahui kedatangan Hatori merekapun bergegas menuju kamar Keiko.
"Long time not see .. Zero", ucap Hatori.
"what do you want?", ucap Zero
"Make a friend", ucap Hatori sambil melihat kearah Keiko.
"Dasar bocah ini", ucap Jinyu dengan rasa ingin memukul kepala Hatori.
"Lebih baik kau pergi dan jangan pernah menggagu dia lagi", ucap Zero dengan wajah serius terhadap Hatori.
"Baiklah .. baiklah .. Tidak perlu terlalu serius begitu. Aku akan pergi, Tuan Zero. Sampai bertemu lagi", ucap Hatori dan iapun menghilang.
"Dasar bocah itu .. selalu membuat aku kesal", ucap Jinyu.
"Lebih baik urus Keiko, aku serahkan padamu", ucap Zero pada Jinyu dan ia pun pergi.
Dilain sisi Zero dan beberapa dari anak-anak NC menegtahui kedatangan Hatori merekapun bergegas menuju kamar Keiko.
"Long time not see .. Zero", ucap Hatori.
"what do you want?", ucap Zero
"Make a friend", ucap Hatori sambil melihat kearah Keiko.
"Dasar bocah ini", ucap Jinyu dengan rasa ingin memukul kepala Hatori.
"Lebih baik kau pergi dan jangan pernah menggagu dia lagi", ucap Zero dengan wajah serius terhadap Hatori.
"Baiklah .. baiklah .. Tidak perlu terlalu serius begitu. Aku akan pergi, Tuan Zero. Sampai bertemu lagi", ucap Hatori dan iapun menghilang.
"Dasar bocah itu .. selalu membuat aku kesal", ucap Jinyu.
"Lebih baik urus Keiko, aku serahkan padamu", ucap Zero pada Jinyu dan ia pun pergi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar