Tampilkan postingan dengan label kebahagiaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kebahagiaan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 November 2013

THE END OF TIME

3 Hari kemudian ...

Angel dan Danny sedang duduk dan berbincang di café.

“Kimmy kemana sih. Udah 3 hari gk keliatan dan dia bilang ngurusin kuliahnya. Gk mungkin bangetkan”, ucap Angel binggung dengan perubahan Kimmy.

“Iya. Kayanya ada yang dia sembunyiin deh”, ucap Danny setuju dengan perkataan Angel.

“Apa ada hubungannya sama klinik yang waktu itu lu bilang”, ucap Angel.

“Mungkin juga begitu. Mendingan sekarang kita ke klinik itu buat cari tau”, ucap Danny dan Angel setuju. Merekapun pergi ke klinik yang Kimmy hampiri setiap hari. Danny dan Angel mencari Kimmy di klinik tersebut dengan bertanya kepada resepsionis.

“itu orang yang ditemui Kimmy”,ucap Danny dan mereka menghampiri Rey.

“Lu orang yang ditemui Kimmy 3 hari yang lalu. Dimana Kimmy?”, Tanya Danny.

“Kamu Danny. Kalian mau ketemu Kimmy”, ucap Rey yang menebak.

“Iya .. dimana dia?”, saut Angel.

“mari ikut saya”, ucap Rey mengajak Angel dan Danny menemui Kimmy di sebuah kamar 282. Kimmy terlihat sedang tertidur.

“Dia sedang koma, sudah 3 hari”, ucap Rey memberitau Angel dan Danny.

“Tapi dia masih balas sms dari kita”, ucap Angel tiba-tiba Rey mengeluarkan buku kecil dan Hp yang sangat dikenal Danny dan Angel.

“Hp Kimmy?”, ucap Danny.

“Dia bilang saat ada apapun gw harus bilang dia baik-baik aja dan sibuk dengan kuliahnya. 3hari lalu dia kemari karena ia merasa pusing dan badannya berat saat bangun tidur. Tubuhnya sudah sangat sakit ia juga mengeluh nafasnya yang mulai sesak dan berat. Ia sudah sulit makan karena lidahnya terkadang berat untuk digerakan. Ia menuliskan apa yang ia rasakan di buku ini dan saat itu dia baru mengatakan semua lewat buku ini kepada saya. Kimmy memang memiliki tubuh yang lemah dan mudah sakit bila terlalu lelah karena saat kecil ia pernah di periksa ayah saya tetapi saya tidak mengira itu merupakan sebuah kanker otak yang sudah menjalar ke pernafasan dia. Saya sering menghubunginya lewat email untuk melakukan radiasi kemo tetapi ia tidak mau karena masih mencari orangtuanya dan ia berjanji saat orangtuanya sudah ia temukan ia akan bertemu saya lagi untuk di periksa. 3 hari yang lalu kami mencoba radiasi tetapi tubuhnya tidak menerima dan tiba-tiba otaknya tidak berfungsi dan dia koma. Mungkin saat ini ia terlihat sedang tidur tetapi otaknya sudah tidak berfungsi dengan baik. Selama 2 hari saya mengecek kinerja otaknya terkadang bergerak dan kadang tidak. Terkadang ia merespon panggilan saya terkadang ia hanya diam bahkan tidak bernafas. Saya menyukainya dan menyayanginya dari kecil tetapi tetap saja dia tidak mendengarkan saya bahkan orangtuanya sendiri tidak ia dengarkan. Tetapi mungkin anda bisa Danny, karena ia menyukai anda sejak sma bahkan hingga saat ini.”, ucap Rey menjelaskan dan membuat Angel serta Danny tidak dapat mempercainya. Angel tidak bisa menahan air matanya dari cerita Rey. Angel dan Danny mendekati Kimmy yang terbaring dengan berbagai alat di sekitarnya.

“Kimmy … Kamu bangun ya. Aku disini … Maafin aku yang gk pernah tau perasaan kamu. Aku … Aku sayang kamu”, ucap Danny yang membisikan pada telinga Kimmy.

“Kim … bangun. Lu gk sayang sama Danny dan gw. Kalau lu gk nanti Danny gw rebut loh”, ucap Angel sambil menangis.

“Kimmy … bangun”, ucap Danny memegang tangan Kimmy dan tangannya merespon.

“Dia merespon kalian”, ucap Rey yang melihat tubuh Kimmy bergerak. Tiba-tiba Kimmy terbangun dari tidurnya.

“Kalian … kenapa kalian disini”, ucap Kimmy “ko lu nangis, Ngel”, ucap Kimmy pada Angel. Kimmy terlihat seperti bangun tidur biasa namun dengan wajah yang terlihat pucat. Kimmy melepas pernafasannya. 

“Kimmy diperiksa dulu, jangan langsung bangun”, ucap Rey yang mencegah Kimmy bangun.

“Apaan sih. Gw baik-baik aja okay. Sekarang gw mau pergi keatap. Gw mau liat bintang mala mini”, ucap Kimmy mencegah Rey membaringkannya lagi.

“Ko lu tau sekarang udah malam?”, ucap Angel binggung

“gk tau. Perasaan gw bilang begitu”, ucap Kimmy

“Okay tapi jangan lama dan pake kursi roda kaki lu sakitkan”, ucap Rey pada Kimmy sambil membawakan kursi roda di dekat Kimmy. Kimmy mengikuti kata-kata Rey. Danny membantu memindahkan Kimmy. Merekapun pergi keatap dan melihat langit malam yang begitu indah karena begitu banyak bintang.

“Malam ini indah banget. Begitu banyak bintang dan kebahagiaan diatas sana”, ucap Kimmy yang senang melihat bintang. Tiba-tiba titik-titik hujan mulai turun.

“Gerimis. Ayo balik ke kamar”, ucap Rey yang khawatir soal Kimmy.

“Tunggu … kalian ingatkan. Kebahagiaan gw itu saat ..”, ucap Kimmy yang terputus

“Ada bintang di malam hari ..”, jawab Danny melanjutkan.

“Dan hujan. Tapi lu lagi sakit. Ayo balik ke kamar”, ucap Angel menambahkan kata-kata Danny.

“Gk, Ngel. Udah saatnya. Sekarang udah saatnya ….. jangan lupain gw ya. Gw sayang kalian dan ka Danny aku sayang kk”, ucap Kimmy sambil tersenyum. Angel melihat senyuman itu seperti dejavu baginya.

“Kimmy ..”, ucap Angel dan Kimmy pergi di hari itu setelah senyuman manisnya. Danny dan Rey tidak bisa menutupi kesedihan dan air mata mereka bersama hujan yang turun karena mereka memang menyukai Kimmy. Angel pun menangis sebagai seorang teman dan sahabat yang pernah jahat terhadapnya saat sma. Mereka mengantar Kimmy masuk ke dalam kamar dan mengabari orangtua Danny soal Kimmy. Orangtua Kimmy sudah mengira dan mereka sudah berada di Korea. Kimmypun di makamkan di Indonesia. 

Kebahagiaan adalah hal yang sulit didapat 
dan 
akan ada kehilangan sebelum kebahagiaan itu datang.
Selamat Jalan sahabat ….. 
Semoga engkau merasakan kebahagiaan bersama para bintang di sana.

MY SECRET

Hari ini Kimmy, Angel dan Danny akan pergi shopping tetapi pagi-pagi sekali Kimmy sudah tidak ada di kamar. Angel yang mencari Kimmy langsung menemui Danny di kolam renang.

“Liat Kimmy gak?”, Tanya Angel yang sibuk mencari Kimmy sejak ia bangun tidur.

“Gk. bukannya dia satu kamar sama lu”, ucap Danny dengan santai.

“itu sih jangan ngomong. Tadi pagi pas bangun dia udah gk ada dikamar. Gw pikir .. dia pasti sama lu”, ucap Angel.

“gk tuh. Kita janjian jam 10 di lobby buat jalan-jalankan”, ucap Danny.

“iya .. tapi sekarang dia aja gk ada. Coba lu telephone atau sms dia”, ucap Angel. Danny langsung mengeluarkan hpnya dan mencoba menelphone Kimmy.

“Gk di angkat”, ucap Danny ia pun langsung mengirim sms ke Kimmy. Kimmy membalas sms tersebut.

“Dibalas nih. Dia bilang lagi ada perlu sebentar nanti dia datang. Lagi di jalan katanya.”, ucap Danny yang membaca balasan sms dari Kimmy. Tidak lama Kimmypun datang.

“Hai, sorry ya. Tadi ada urusan bentar. Ayo jadi pergi kan”, ucap Kimmy pada Angel dan Danny.

“hmm .. jadi dong”, jawab Angel dan merekapun pergi dengan mobil. Mereka mengelilingi seoul dan mampir dibeberapa toko. Angel membeli beberapa oleh-oleh. Setelah sudah 8 jam berkeliling merekapun kembali ke hotel.

“eh, kalian dulu ya. Gw mau pergi bentar”, ucap Kimmy dan ia langsung pergi tanpa menghiraukan Danny dan Angel.

“Dia kenapa? Aneh banget”, ucap Angel yang merasa aneh dengan sikap Kimmy.

“Gw juga ngerasa begitu. Kemarin dia bicara soal kebahagiaan”, ucap Danny.

“Dia juga bilang gitu sama gw. Dia bilang kebahagiaan dia bukan karena cinta tetapi saat melihat bintang dan hujan tapi saat itu akan ada …”, ucap Angel yang terputus.

“Kehilangan”, lanjut Danny

“Iya”, jawab Angel.

“Kalau gitu lu ke kamar gw mau ikutin dia dulu sebelum jauh”, ucap Danny

“Okay. Nanti kabarin gw ya”, ucap Angel dan merekapun berpencar. Danny mengikuti Kimmy sampai di sebuah klinik. Kimmy bertemu dengan seseorang dan mereka langsung masuk ke dalam klinik tersebut.

“Klinik?”, ucap Danny binggung. Dannypun kembali kehotel dan memberitahu Angel.

Dilain sisi Kimmy yang bertemu dengan Rey...

“Ini hasilnya. Kondisi lu semakin memburuk”, ucap Rey khawatir.

“okay. Kalau gitu gw balik ya”, ucap Kimmy tidak menghiraukan kekhawatiran Rey.

“gw antarin ya ..  dan kali ini lu harus terima”, ucap Rey langsung.

“iya iya”, ucap Kimmy dan Rey pun mengantar Kimmy kembali ke hotel.

“Jangan cape dan minum obat”, ucap Rey

“Iya. Bye”, balas Kimmy dan ia pergi kekamar.

TRUE OF ME

“Kita akan melakukan tes hari ini.”, ucap Dokter Rey. Dokter Rey adalah teman dekat Kimmy saat sd sampai smp namun ia pindah ke korea untuk ikut dengan orangtuanya yang juga seorang dokter. Rey menyukai Kimmy sejak kecil tetapi Kimmy tidak mau pacaran karena ingin bertemu dengan orangtuanya dulu. Rey selalu mengkontrol kesehatan Kimmy sejak ia sering bermain dokter-dokteran sampai saat ia sudah menjadi dokter.

“Iya. gw udah tau ko”, ucap Kimmy pada Rey.

“Kim … sampai kapan lu harus diam gini. Bokap nyokap lu aja udah khawatir banget sama lu. Lu juga kenapa gk mau dengerin kata-kata gw. Gw itu sayang sama lu”, ucap Rey kesal namun dengan penuh perhatian terhadap Kimmy.

“Udah ya, Rey. Kita udah sering bahas ini di email”, ucap Kimmy yang lelah dengan semua pertanyaan dan sikap Rey terhadapnya.

“tapi …”, ucap Rey mencoba membujuk Kimmy namun dihentikan oleh Kimmy.

“Udah. Hp gw geter. Ada miss call dari Danny. Ada sms”, ucap Kimmy dan ia membalas sms tersebut.

“gw harus pergi. Mereka udah nunguin gw. Nanti gw balik lagi ke sini kalau udah kelar acaranya”, ucap Kimmy lagi.

“gw anter ya”, ucap Rey.

“jangan. Nanti aja .. gw kesini lagi ko”, ucap Kimmy menolak dan ia kembali ke hotel.

Kamis, 07 November 2013

Korea Last Stand

Pagi ini Kimmy, Danny, dan Angel akan pergi ke Korea. Mereka berkumpul dibandara. Pejalanan memakan waktu 2 jam. Sesampainya di korea mereka sudah di jemput mobil.

“Kalian ke hotel aja dulu. Gw harus pergi sebentar ke kampus”, ucap Kimmy.

“hmm .. okay”, balas Angel dan Kimmypun pergi.

“Dia keliatan aneh. Dari tadi diam aja. Dia juga gk sarapan pagi”, ucap Danny yang khawatir.

“Kalau begitu kita ikutin dia aja”, ucap Angel.

“jangan .. mendingan kita ke hotel dulu. Nanti pasti dia ke hotel”, ucap Danny pada Angel. Danny dan Kimmy berjalan di pinggir kolam renang hotel sambil melihat langit malam.

“Dan .. eh, ka. Lu tau gk. Kata orang akan ada kebahagiaan buat gw akhir nanti dan saat itu tiba aka nada hujan dan bertabur bintang malam. Mungkin saat itu adalah saat yang paling gw tunggu dan paling membahagiakan tetapi mungkin juga gw akan kehilangan”, ucap Kimmy sambil melihat bintang-bintang.

“Semua kebahagiaan akan didapat setiap orang tetapi akan ada jalannya masing-masing”, ucap Danny pada Kimmy. Tiba-tiba Angel datang.

“Lagi pada ngapain? Kim .. Tidur yuk udah malem besok kitakan mau pergi shopping”, ucap Angel menarik tangan Kimmy
“Night, ko”, ucap Kimmy pada Danny

“Night Dan”, ucap Angel pada Danny. Kimmy dan Angelpun pergi kekamar mereka dan bersiap untuk tidur.

“Angel .. lu tau gk kapan kebahagian itu datang?”, Tanya Kimmy sambil menatap langit-langit hotel.

“hmm .. kalau gw sih mungkin saat belanja. Hahha … okay serius … saat cinta itu datang”, ucap Angel yang mendambakan cinta sejati.

“sayangnya cinta itu gk akan datang buat gw. Karena kebahagiaan gw adalah saat langit malam bertabur bintang dan hujan. Itulah kebahagiaan gw dan kehilangan gw”, ucap Kimmy sambil tersenyum pada Angel.

“Kimmy”, ucap Angel kecil saat melihat Kimmy tersenyum Angel merasakan sesuatu berbeda dari wajah Kimmy.

“Night, Ngel”, ucap Kimmy dan ia langsung tertidur. Angel pun menyusul Kimmy tidur.

SWEET SEVENTEEN

Hari ini ulang tahun Kimmy yang ke 17 tahun dan Kimmy mulai mengetahui bahwa orangtuanya kandungnya adalah orangtua Danny.

“Ye, kita saudara. Gw seneng banget punya ade kaya lu”, ucap Danny kepada Kimmy sambil memeluknya.

“Iya. Gw juga”, balas Kimmy dengan tersenyum meski ia merasa sedikit sedih karena ia memang menyukai Danny dan ia merasa lebih berat lagi mengetahui bahwa Danny adalah kakak kandungnya. Danny menarik tangan Kimmy.

“Mau kemana?”, Tanya Kimmy binggung tetapi Danny hanya diam saja. Danny sudah mempersiapkan kejuta. Kimmy di bawa ke ruangan yang gelap dan seketika menjadi terang dengan LED luar angkasa. Kimmy sangat menyukai antariksa tertutama bintang. Ternyata Danny dan Angel sudah menyiapkan semua ini untuk Kimmy. Kimmy sangat bahagia dan tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan hatinya. Tetapi ada hal yang Kimmy masih sembunyikan dari Danny dan Angel.

“Makasih ya buat kado special kalian. Ada satu hal yang mau gw bilang kekalian”, ucap Kimmy pada Danny dan Angel

“Apa?”, Tanya Angel bersemangat

“Gw akan pergi ke Korea besok untuk mengambil kuliah di sana dan gw juga akan ke Amerika kurang lebih 3 bulan setelah belajar di sana”. Ucap Kimmy.

“Apa? Kenapa lu gk bilang ke kita”, ucap Danny.

“Kalau begitu besok kita akan ikut lu kekorea. Gw pengen liat kampus lu disana”, ucap Angel.

“Setuju”, Saut Danny.

“Okay”, balas Kimmy

“Sekarang kita rayain ulang tahun lu dulu. Abis itu kita beres-beres. Besok pagi ketemu di Airport ya”, ucap Angel. Merekapun melanjutkan ulang tahun Kimmy dan kurang lebih pukul 11 pesta selesai. Kimmy pun sudah menyiapkan kopernya untuk pergi sejak kemarin.

“Semua berjalan lancar”, ucap Kimmy dan ia pun pergi tidur.

TRUE HEART

Kimmy yang dekat dengan Danny sedang berjalan bersama di taman.
“Kim … gw gk bisa jadian sama lu”, ucap Danny kepada Kimmy.

“Kenapa? Lu udah punya pacar ya”, balas Kimmy

“Kurang lebih seperti itu sih ..”, jawab Danny

“ehmm … cincin …”, ucap Kimmy yang tidak sengaja melihat cincin yang dikenakan Danny.

“ini .. dulu gw punya pacar tapi dia udah meninggal karena sakit.”, ucap Danny.

“oh, begitu. Gw ngerti …”, balas Kimmy.

“Jadi … Gw minta maaf karena gk bisa jadian sama lu.”, ucap Danny dengan serius tetapi dengan nada yang terasa sedih.

“iya … lu tenang aja. Gw gpp ko”, balas Kimmy. Merekapun kembali pulang.

SCARY OF LOVE

Hari Ini ada games cari jejak . Tepat pukul 9 malam bertempat di taman villa. Setiap orang berpasangan karena ada 1 orang yang sakit jadi ada yang bertiga. 

“Kenapa harus gw yang bertiga? Sama mereka lagi”, ucap Kimmy yang kesal karena harus 1 kelompok dengan Danny dan Angel.

“Setiap tim harus mendapatkan kain merah sebanyak-banyaknya. Sekarang kita mulai saja”, ucap Guru memberikan arahan. Setiap tim pun mulai mencari di taman yang sudah gelap. Tim Kimmy, Danny dan Angelpun juga mulai mencari kain merah dengan dipimpin Danny.

“aduh … gelap banget sih …”, ucap Angel sambil merangkul tangan Danny.

“Bawel!!”, ucap Kimmy

“Diem aja deh lu”, ucap Angel tetapi tidak dibalas Kimmy karena Kimmy malas meladeni Angel yang seperti anak kecil. Merekapun terus mencari di dalam taman dengan kegelapan. Meski sulit merekapun berhasil mengumpulkannya 1 demi 1.

“Eh, .. itu ada kain merah lagi”, saut Kimmy yang melihat kain merah di atas pohon. Merekapun mendekati pohon tersebut.

“Ambil sana”, suruh Angel terhadap Kimmy. Kimmypun tampa ragu mengambilnya dengan memanjat pohon. Setelah mendapatkan kain merah tersebut tidak sengaja kaki Kimmy terpelesat da jatuh tetapi Danny berhasil menangkap tubuhnya.

“Thank’s”, ucap Kimmy pada Danny

“Ihh … apaan-apaan sih”, ucap Angel sambil melepaskan tumpuan Danny terhadap Kimmy dan membuat Kimmy terjatuh.

“Aw”, geram Kimmy

“Angel … Apaan-apaan itu lu. Kaya anak kecil tau”, ucap Danny membela Kimmy da membantu Kimmy bangun.

“Udah gpp. Mendingan kita lanjutin aja”, ucap Kimmy yang merasa malas untuk ribut.

“Tangan lu berdarah”, ucap Danny kepada Kimmy dengan segera ia mengambil asalah satu kain merah dan mengikatnya di tangan Kimmy.

“Ihh”, ucap Angel yang kesal dan ia menendang sebuah batu hingga mengenai sebuah pohon. Tindakan Angel serentak membuat Kimmy dan Danny melihat kearahnya.

“Oh, MG. Ngel .. jangan gerak”, ucap Kimmy yang melihat seekor ular berada tidak jauh dari kaki Angel.
 “Kenapa?”, Tanya Angel yang masih sok dan kesal dengan Kimmy.

“Angel … Diam. OKE!”, ucap Danny memperingatkan Angel.

“Emang kenapa ??? bilang … ada apa …”, ucap Angel takut dan gemetar. “Ada ular di deket kaki lu”, ucap Kimmy

“APA ??! ULAR??!”, teriak Angel yang ketakutan membuat ular tersebut bergerak cepat menghampirinya.

“AAAaaahhh … “ Suasanapun berubah menjadi tidak karuan dan penuh dengan ketakutan.

“KIMMY !!” teriak Danny dan Angel. Kimmy berhasil menyelamatkan Angel dengan membiarkan ular tersebut menancampkan taringnya di kakinya dan ia memukul ular tersebut dengan batu tepat dikepalanya yang mengigit kakinya hingga ular itu mati. Kaki Kimmypun berdarah karena gigitan ular dan pukulan batu yang ia berikan agar ular tersebut mati.

“Kimmy … Lu …”, ucap Danny yang binggung. Dannypun mengendong Kimmy dengan dibantu oleh Angel yang masih menangis karena takut.

“Kimmy … makasih … lu udah nolongin gw”, ucap Angel sambil menangis kepada Kimmy di perjalanan menuju villa.

“Iya, Sama-sama”, balas Kimmy yang lemah dan masih bisa tersenyum. Tiba-tiba tubuh Kimmy merasa dingin dan mengigil.

“Lu kenapa, Kim?”, Tanya Angel yang melihat Kimmy gemetar.

“Dinggin”, jawab Kimmy

“Sabar ya. Kita udah sampai”, ucap Danny yang cepat-cepat membawa masuk Kimmy. Angelpun dengan segera memanggil guru dan para guru langsung melakukan pertolongan pertama. Kimmypuin berhasil selamat dengan luka memar di kakinya. Kimmy langsung tidur dan keesokan paginya seluruh murid kembali ke Jakarta.

Angel sudah baik terhadap Kimmy begitu pula dengan Danny. Kimmy begitu dekat dengan Danny hingga mereka dibilang pacaran.  

Next day @ School of Sky, 9 A.M

Seluruh murid sudah memasuki bus yang akan membawa mereka pergi ke puncak. Kimmy memilih kursi di paling belakang karena menurutnya akan lebih tenang di belakang.Tiba-tiba setelah bus mulai berjalan Danny pindah ke belakang dan duduk di sebelah Kimmy. Danny adalah seorang yang kaya dan paling ganteng di sekolah, selain ganteng dan tenar sifatnya juga iseng terhadap orang lain. Danny yang tiba-tiba duduk di sebelah Kimmy langsung menarik headset yang di kenakan Kimmy untuk mendengarkan lagu. Kimmypun merasa kaget dan kesal dengan perbuatan Danny. 

“Apaan sih lu!!”, ucap Kimmy kesal dengan keisengan Danny tetapi Danny tidak menghiraukan amarah Kimmy karena Danny mendengarkan lagu yang di dengarkan Kimmy dengan headset yang ia ambil secara paksa dari Kimmy. Kimmy yang semakin kesal dengan sengaja menarik kembali headsetnya dan mendengarkan lagu kembali. Dannypun bertindak iseng lagi dan menarik headset Kimmy hingga terlepas dari telinganya. 

“Iseng banget sih lu”, ucap Kimmy dengan kesal. 

“Pelit banget sih. Berbagilah dengan sesamamu”, ucap Danny menceramahi Kimmy.

“hallo … Sejak kapan harus berbagilah dengan sesamamu ORANG KAYA. Lu kan kaya apa udah turun derajat. Beli aja susah banget”, ucap Kimmy 

“Miskin aja belagu banget sih”, balas Danny tidak mau kalah. Keributan mereka mengundang Angel yang menyukai Danny. Angelpun menghampiri Danny dan Kim yang sedang beradu mulut.

“Aduh … Beb. Ngapain sih kamu duduk di sini. Sama … sama orang miskin ini lagi. Gk pantes tau. Mendingan kamu duduk sama aku aja. Ya …”, ucap Angel sambil mengandeng tangan Danny.

“Ini lagi satu … “, ucap Danny seketika. Danny pun langsung mendekati Kim yang tidak menghiraukan Angel datang. Danny kembali membuat keisengan terhadap Kimmy dengan memasang salah satu headset ketelinganya. Ternyata Kimmy tidak sadar karena ia hanya mengenakan 1 headset di telinganya.

“ihhh … ko … malah ke dia sih”, ucap Angel kesal dan bĂȘte. Angelpun kembali ketempatnya dengan wajah kesal.

“Ini … rekaman suara lu ya”, ucap Danny seketika dan membuat Kimmy kaget. Kimmy pun langsung menarik headsetnya dari telinga Danny tetapi tangannya kurang cepat dengan tangan Danny.

“Sini balikin”, ucap Kimmy sambil mencoba merebut headsetnya kembali.

“Mau? Jawab dulu pertanyaan gw … itu suara lu”, ucap Danny

“eeerrrgghh .. rese banget sih lu. IYA !! itu suara gw. Kenapa? Jelek? Emang iya. Udah puas…”, ucap Kimmy yang kesal. Danny pun mengembalikan headsetnya.

“bagus ko”, jawab Danny singkat dan ia mengeluarkan mp3nya dan mendengarkan lagu.

“bagus? Baru kali ini dia bisa muji orang”, pikir Kimmy sambil memperhatikan Danny yang sedang mendengarkan lagu. Kimmypun langsung mengalihkan pandangannya dengan mendengarkan lagu dan melihat jalan kearah jendela. Perjalanan yang lelah karena para murid harus bangun pagi membuat semua murid tertidur di perjalanan. Sesampainya di Villa para murid di bagikan kamar. Setiap murid menempati 1 kamar dan sudah tersedia kamar mandi didalamnya.

Today

"Baju, celana, jaket, handuk, alat mandi, baju renang, tang top, snack dan gadget. Ssssiiippp !! eh … lupa sandal, sepatu, dan top. OKAY. Beres semua”, ucap Kimmy yang sedang merapihkan pakaiannya untuk di masukkan kedalam koper dan siap untuk pergi. 

Kimmy memeriksa lagi barang-barang yang kurang untuk ia bawa ke puncak. Setelah ia rasa selesai ia pun memeriksa kalender yang berada di dinding kamarnya. 

“1 minggu lagi”, ucap Kimmy dalam batinnya dan membuat Kimmy mengingat masa lalunya. 

“Saat kamu 17 tahun tante dan om akan antar kamu bertemu orangtua kamu. Jadi, kamu tidak usah khawatir mereka cuma ingin kamu lebih mandiri. Semua keperluan kamu sudah di atur oleh mereka. Kamu tenang aja ya … mereka sayang kamu” 

“gk sabar banget mau ketemu orangtua gw. Seperti apa mereka … Hmm … udah gk sabar”, ucap Kimmy lagi. Kimmypun kembali merapihkan kamarnya dan ia segera tidur.